Pantau Flash
Pemkot Surabaya Diharapkan Bisa Beli Mobil PCR Seharga Rp10 Miliar
Coppa Italia Jadi Pembuka Kompetisi Sepakbola di Italia
Kemenperin Berkomitmen Kawal Investasi di Indonesia
Nissan Pastikan Tutup Pabrik di Indonesia
Pemerintah Segera Terbitkan Protokol Latihan dan Kompetisi Olahraga

RI Terbitkan Surat Utang Terbesar dalam Sejarah, Ini Penjelasan Menkeu

RI Terbitkan Surat Utang Terbesar dalam Sejarah, Ini Penjelasan Menkeu ilustrasi utang negara. (Foto: Istimewa)

Pantau.com - Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani, menjelaskan alasan pemerintah Indonesia menerbitkan global bond sebesar 4,3 miliar Dolar AS dalam tiga bentuk surat berharga global yaitu Surat Berharga Negara (SBN) seri RI1030, RI 1050, dan RI0470.

Untuk diketahui, penerbitan global bond ini tercatat sebagai terbesar sepanjang sejarah Indonesia. Sri Mulyani mengatakan penerbitan global bond merupakan strategi pembiayaan APBN 2020 untuk menopang pembiayaan situasi COVID-19.

Sri Mulyani menambahkan bahwa penerbitan USD bonds ini untuk menjaga pembiayaan aman sekaligus menambah cadangan devisa bagi Bank Indonesia. "Pemanfaatan dari penerbitan ini sangat positif di tengah turbulensi pasar keuangan global," papar Sri Mulyani di Jakarta, Rabu (8/4/2020).

Baca juga: BI Jika Beli SUN, Perry: Jangan Diartikan sebagai BLBI

Penerbitan global bond ini dilakukan secara elektronik tanpa ada pertemuan fisik karena semua melakukannya dalam kondisi work from home (WFH) termasuk roadshow-nya. Seri RI1030 memiliki tenor 10,5 tahun yang jatuh tempo pada 15 Oktober 2030 diterbitkan sebesar USD1,65 miliar dengan yield global sebesar 3,9 persen.

Seri kedua yaitu RI1050 dengan tenor 30,5 tahun atau jatuh tempo 15 Oktober 2050. Nominal yang diterbitkan juga USD1,65 miliar dengan yield 4,25 persen. Seri ketiga adalah RI0470 dengan tenor 50 tahun, jatuh tempo 15 April tahun 2070 sebesar UDD1 miliar dengan tingkat yield 4,5%. Seri ini merupakan global bond pertama yang diterbitkan dengan tenor 50 tahun.

"SBN yang ketiga dan ini adalah series baru yang belum pernah diterbitkan sebelumnya adalah RI0470. Jatuh tempo atau tenornya 50 tahun yaitu 15 April tahun 2070 sebesar USD1 miliar  dengan tingkat yield 4,5%,” kata Sri Mulyani.

Baca juga: Moody's: Surat Utang Indonesia Berada di Posisi Stabil Baa2

Penerbitan dengan tenor 50 tahun ini juga merupakan tenor terpanjang yang dilakukan oleh pemerintah Indonesia. Hal ini secara implisit menunjukkan kepercayaan investor terhadap track record kondisi ekonomi dan pengelolaan keuangan negara.

Indonesia juga merupakan negara pertama di Asia yang menerbitkan sovereign bond sejak pandemi COVID-19 terjadi. Dari bulan Februari sampai dengan Maret tidak ada satu negarapun di Asia yang masuk ke global bond karena volatilitas dan gejolak yang sangat besar.

Menkeu mengatakan, penerbitan ketiga seri SBN tersebut adalah penerbitan terbesar di dalam sejarah penerbitan US Dollar Bond oleh Pemerintah Republik Indonesia.

Tim Pantau
Editor
Widji Ananta

Berita Terkait: