Pantau Flash
KPK Setor Rp500 Juta dari Perkara Kabid Pembangunan Jalan Muara Enim
Dua Pekan Lagi WHO Akan Umumkan Hasil Uji Klinis Obat COVID-19
Densus 88 Antiteror Amankan Seorang Wanita Terduga Teroris di Semarang
Terjadi Ledakan Diduga Bom Rakitan di Menteng
Jubir Sebut 75 Persen Pasien COVID-19 di 11 Provinsi Telah Sembuh

Sri Mulyani Minta Komisi XI DPR Percepat Pembahasan Cukai Plastik

Sri Mulyani Minta Komisi XI DPR Percepat Pembahasan Cukai Plastik Sri Mulyani Indrawati. (Foto: Antara)

Pantau.com - Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, meminta Komisi XI DPR RI bisa menindaklanjuti proses pembahasan cukai plastik. Mengingat, terjadinya pergantian masa jabatan dan banyaknya anggota baru di Komisi XI.

Hal ini disampaikan Sri Mulyani dalam rapat kerja perdana dengan Komisi XI soal evaluasi kinerja Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2019 dan rencana kerja APBN 2020.

"Kita juga berharap pending isu seperti pembahasan cukai plastik yang sudah dibahas di Komisi XI sebelumnya akan dapat diberikan kesimpulan, sehingga kami tetap bisa menjalankan amanat UU APBN dan fiskal kita secara baik," ungkap Sri Mulyani di Gedung DPR RI, Jakarta, Senin (4/11/2019).

Baca juga: Keputusan Cukai Plastik Masih 'Nyangkut' di DPR RI

Pemerintah berencana menerapkan cukai pada kantong plastik sebesar Rp30.000 per kilogram (kg) atau Rp200 per lembar. Kebijakan ini diyakini bakal efektif mengurangi konsumsi kantong plastik yang menjadi masalah lingkungan.

Tak hanya cukai plastik, Bendahara Umum Negara tersebut juga meminta Komisi XI bisa menyelesaikan beberapa pembahasan fiskal yang hingga saat ini masih mentok di DPR. Salah satunya mengenai kenaikan bea materai.

Baca juga: Rp500 Miliar Bisa Dikantongi Negara dari Cukai Kantong Plastik

Sri Mulyani juga meminta Komisi XI bisa memproses dengan cepat omnibus Llw atau kumpulan dari perubahan amandemen Undang-Undang (UU) yang akan diajukan pemerintah. Sebab, hal itu merupakan inisiatif baru Presiden Joko Widodo untuk menciptakan perbaikan iklim investasi di Tanah Air.

"Kami berharap hubungan antara Kementerian Keuangan dan Komisi XI DPR akan sejalan konsumtif, erat, dan positif. kami juga berharap beberapa pending RUU (Rancangan Undang-Undang) yang selama ini sudah disampaikan akan bisa diselesaikan," tukasnya.

Tim Pantau
Editor
Widji Ananta

Berita Terkait: