Pantau Flash
Ahmad Sahroni: Penangkapan Gus Nur Berdasarkan Bukti-bukti Jelas
Takaaki Nakagami Raih Pole Position MotoGP Teruel di Aragon
Ade Yasin Bakal Batasi Kendaraan di Jalur Pucak saat Libur Panjang Nanti
Duh, Kepulauan Riau Kekurangan Ventilator untuk Pasien COVID-19
Bamsoet Apresiasi Penetapan Tersangka Kebakaran Gedung Kejagung

Mulai Minggu Malam, Trump Perintahkan TikTok-WeChat Hilang dari Aplikasi

Mulai Minggu Malam, Trump Perintahkan TikTok-WeChat Hilang dari Aplikasi Figur 3-D terlihat di depan logo Tik Tok yang ditampilkan dalam ilustrasi gambar ini yang diambil 7 November 2019. (Foto: Reuters)

Pantau.com - Pemerintahan Donald Trump mengumumkan larangan TikTok dan WeChat ada di toko aplikasi di negara itu mulai Minggu malam, 20 September 2020. Hal itu merupakan sebuah langkah yang mengindikasikan memburuknya hubungan Amerika Serikat dengan China.

Pejabat administrasi menyebut larangan itu diperlukan untuk melindungi keamanan nasional dan mencegah Beijing mengeksploitasi aplikasi untuk mengumpulkan data pengguna atau menyebarkan propaganda, seperti dikutip dari Washington Post, Sabtu (19/9/2020).

Tetapi tindakan tersebut menuai kritik cepat dari para pembela Amandemen Pertama seperti American Civil Liberties Union dan bahkan dari saingan TikTok, Instagram.

Baca juga: TikTok Sedang Pertimbangkan Kemungkinan Adanya Monetisasi

Pejabat pemerintahan saat ini dan sebelumnya mengatakan mereka tidak dapat mengingat contoh masa lalu dari pemerintah AS yang melarang teknologi informasi dalam skala ini, praktik yang lebih umum di negara-negara otoriter seperti China, di mana Facebook, Google, Twitter dan aplikasi Barat lainnya dilarang.

TikTok telah berkembang pesat di Amerika Serikat, memiliki sekitar 100 juta pengguna setiap tiga bulan. Sedangkan WeChat sekitar 3,3 juta pengguna aktif bulanan per Agustus, menurut penyedia analitik App Annie.

Orang-orang tampak terburu-buru mengunduh WeChat pada hari Jumat, sebelum larangan diberlakukan. WeChat naik ke No. 100 pada Jumat sore di antara aplikasi iPhone gratis di App Store AS, dari No. 1.385 pagi itu, menurut penyedia data Sensor Tower.

Baca juga: TikTok Aplikasi Non-Game yang Paling Banyak Diunduh

Larangan itu datang hanya beberapa minggu sebelum pemilihan presiden AS yang kontroversial di mana China sering menjadi sasaran bagi Presiden Trump dan kandidat Demokrat Joe Biden, mulai dari diskusi tentang pandemi virus corona hingga teknologi dan perdagangan.

Langkah ini juga mengikuti tindakan AS selama berbulan-bulan yang bertujuan untuk melawan China di berbagai bidang, dan itu mungkin merupakan tanda paling jelas bahwa Amerika Serikat meninggalkan kebijakan keterlibatan selama beberapa dekade dengan China.

"Tindakan hari ini sekali lagi membuktikan bahwa Presiden Trump akan melakukan segala daya untuk menjamin keamanan nasional kita dan melindungi Amerika dari ancaman Partai Komunis China," kata Menteri Perdagangan Wilbur Ross dalam sebuah pernyataan. WeChat adalah aplikasi perpesanan paling populer di China. Dengan basis pengguna bulanan 1 miliar, di bawah Facebook dan WhatsApp.

Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Widji Ananta
Penulis
Widji Ananta

Berita Terkait: