Pantau Flash
Gunung Sinabung Erupsi Perdana di Masa Pandemi COVID-19
Anita Kolopaking, Pengacara Djoko Tjandra Ditahan di Rutan Bareskrim Polri
Shin Tae-yong Keukeuh Angkut Timnas TC ke Korsel daripada Eropa
Erick Thohir: Pemerintah Berupaya Tingkatkan Produksi Vaksin COVID-19
Biaya Suntik Vaksin COVID-19 Akan Ditanggung Pemerintah

Penyintas Penembakan Selandia Baru: Saya Luput dari 2 Peluru Tarrant

Penyintas Penembakan Selandia Baru: Saya Luput dari 2 Peluru Tarrant Warga mengunjungi situs peringatan bagi korban penembakan Jumat lalu, di depan Christchurch Botanic Garden di Christchurch, Selandia Baru. (Foto: Reuters/Jorge Silva)

Pantau.com - Mohammed Abdi Jemal Afi, seorang penyintas serangan teroris pekan lalu di dua masjid di Selandia Baru, mengatakan teroris tersebut berusaha menembak dia dua kali, tapi entah bagaimana ia selamat.

Afi, penyintas yang berusia 60 tahun dari serangan tersebut, mengatakan kepada Kantor Berita Anadolu ia sangat dekat dengan teroris itu ketika akan memasuki Masjid An-Nur di Christchurch, satu dari dua masjid tempat lelaki bersenjata tersebut menembak dan menewaskan 50 orang Muslim.

"Ibadah Jumat baru akan dimulai, dan di pintu masuk seorang perempuan Somalia berbicara dengan saya dalam bahasa kami. Ia mengatakan, 'saudara Jamal, perhatikan lelaki di belakang kamu akan menembak kami," kenang Afi.

Baca juga: Will Connolly a.k.a Eggboy Sumbangkan Donasi untuk Korban Christchurch

Ia mengatakan teroris itu sedang merekam apa yang ia kerjakan dengan satu kamera di helmnya. Afi menambahkan peluru pertama menyerempet kepalanya dan peluru kedua tak mengenainya ketika ia jatuh ke tanah.

"Kami cuma terpisah satu langkah. Cuma selangkah antara kami. Ia menunggu beberapa detik. Ia tidak berhenti menembak. Ia tidak berbicara, dan ia cuma melihat ke muka saya. Lalu ia menjauh dua langkah, dan mulai berlari ke arah pintu masjid. Ia berpakaian seperti tentara. Dan ia mengatakan, 'kamu tak bisa memasuki masjid, keluar sana'. Dan ia mulai menembaki saya," kata Afi, sebagaimana dikutip Anadolu.

Orang datang untuk shalat

Afi juga menggaris-bawahi bahwa ia melihat teroris tersebut membunuh seorang pria Afghanistan dari jamaah yang menyambut dia. Afi juga menyaksikan beberapa perempuan dan lelaki ditembak di dada dan di kepala, katanya.

Setelah selamat dari serangan itu, Afi menghubungi polisi dan ambulans, dan mereka tiba sekitar 18-20 menit kemudian, katanya.

Karena terjatuh, tulang kedua lutut Afi patah, dan para dokter memberitahu bahwa ia harus dioperasi, tapi ia mengatakan menunda pengobatan sampai pemakaman para korban dilakukan.

Baca juga: Saat Sapaan 'Hello Brother' Daud Nabi Dibalas Rentetan Peluru Tarrant

"Semua orang tidak bersenjata. Mereka bertangan kosong, dan mereka berada di sini cuma untuk shalat, bukan untuk berkelahi," katanya.

"Dengan izin Tuhan, semoga orang yang gugur akan masuk surga. Mereka berada di masjid untuk beribadah. Mereka sedang mendengarkan khutbah. Mereka akan masuk surga," katanya.

Sedikitnya 50 orang Muslim meningal ketika seorang pria bersenjata melepaskan tembakan ke arah orang yang sedang Shalat Jumat di Masjid An-Nur dan Linwood di Christchurch, Selandia Baru. Lelaki itu dengan darah dingin melepaskan tembakan, tanda lain mengenai Islamfobia, yang meningkat.

Brenton Harrison Tarrant, orang Australia yang berusia 28 tahun, menghadapi dakwaan pembantaian.

Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Widji Ananta
Penulis
Noor Pratiwi

Berita Terkait: