Pantau Flash
KPU dan Kemendagri Sedang Siapkan Protokol Kesehatan Tahapan Pilkada 2020
Sisa Laga Kualifikasi PD 2022 Zona Asia Akan Dilanjutkan Oktober-November
Studi: Vitamin K dalam Bayam, Telur, dan Keju Bantu Cegah COVID-19
Menko Marinves Klaim Bank Dunia Puji Ketangguhan Ekonomi Indonesia
Seluruh Kecamatan di Kota Medan Masuk Zona Merah COVID-19

283 Jenazah di DKI Jakarta Dimakamkan dengan Protokol COVID-19

283 Jenazah di DKI Jakarta Dimakamkan dengan Protokol COVID-19 Petugas pemakaman memeriksa lahan makam untuk jenazah pasien COVID-19 di TPU Pondok Ranggon, Jakarta, Senin (30/3/2020). (Foto: Antara/Muhammad Adimaja)

Pantau.com - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan sebanyak 283 jenazah dimakamkan dengan protokol pemulasaran jasad COVID-19, meski belum terbukti tertular virus berbahaya tersebut.

"Ini adalah mungkin mereka yang belum sempat dites karena tidak bisa dites atau sudah dites tapi belum ada hasilnya," ujar Anies saat menyampaikan keterangan pers di Balai Kota Jakarta, Senin (30/3/2020).

Menurut Anies, ratusan jenazah itu merupakan akumulasi sejak tanggal 6 Maret hingga Minggu 29 Maret berdasarkan data dari Dinas Pertamanan dan Hutan Kota DKI Jakarta.

Baca juga: 81 Tenaga Medis di Jakarta Terinfeksi Virus Korona

Adapun protokol yang dilakukan saat jenazah dikebumikan di antaranya jasad dibungkus dengan plastik, menggunakan peti, dan harus dimakamkan kurang dari empat jam. Selain itu, para petugas menggunakan APD (alat pelindung diri).

Melihat angka kematian yang besar itu, Anies menyebut kondisi Jakarta sedang tidak baik-baik saja dan dalam level mengkhawatirkan.

"Ini menggambarkan bahwa situasi di Jakarta sangat mengkhawatirkan," kata dia.

Baca juga: Kasus Positif Korona di Jakarta Capai 720, Anies Tak Kuasa Tahan Kegeraman

Maka dari itu, ia meminta kepada seluruh warganya untuk bersama-sama melawan COVID-19 dengan mengikuti seluruh instruksi upaya pencegahan. Salah satunya serius mengikuti arahan pembatasan jarak fisik atau physical distancing.

"Lonjakan angka kasus cukup besar di DKI Jakarta. Karena itu kepada masyarakat harus serius dalam melaksanakan pembatasan jaga jarak untuk mencegah penularan," kata dia.

Sementara itu dari data statistik hingga Senin, total jumlah kasus positif COVID-19 di DKI Jakarta mencapai 720 kasus, sementara yang sembuh sebanyak 48 orang, dan 76 meninggal dunia.

Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Widji Ananta
Penulis
Noor Pratiwi

Berita Terkait: