Pantau Flash
Mangkir Panggilan, Pemeriksaan HRS Dijadwal Ulang 7 Desember
Kasus Fraud dan Penyelewengan Aset Meningkat Selama Pandemi
Bamsoet: Kerja Sama RI-AS Era Joe Biden Harus Utamakan Kepentingan Nasional
Ratusan Pemuda Bakar Poster Habib Rizieq Tolak Kedatangannya ke Kendari
Bertambah 5.533, Total Kasus Positif COVID-19 Jadi 549.508 per 2 Desember

Ada 1.794 Warga Depok Berstatus ODP dan PDP COVID-19

Ada 1.794 Warga Depok Berstatus ODP dan PDP COVID-19 Ilustrasi (Foto: Pixabay)

Pantau.com - Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kota Depok, Jawa Barat mencatat ada 1.794 orang warga yang berstatus Orang Dalam Pemantauan (ODP) dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) virus korona atau COVID-19.

"Jumlah warga Depok yang bertastus PDP ada 364 orang, selesai 45 orang dan masih dalam pengawasan 319 orang. Sedangkan ODP berjumlah 1.430 orang, selesai 223 orang dan masih dalam pemantauan 1207 orang," kata Wali Kota Depok Mohammad Idris dalam keterangan tertulisnya di Depok, Rabu (1/4/2020).

Baca juga: 84 Tenaga Medis di Jakarta Positif COVID-19, Dua Orang dalam Kondisi Hamil

Sementara itu untuk data kasus terkonfirmasi positif berjumlah 46 orang, sembuh 10 orang dan 5 orang meninggal dunia.

Idris juga menyebutkan untuk PDP yang meninggal saat ini berjumlah 17 orang, status PDP tersebut merupakan pasien yang belum bisa dinyatakan positif atau negatif, karena harus menunggu hasil PCR, yang datanya hanya dikeluarkan oleh PHEOC (Public Health Emergency Operating Center) Kemenkes RI.

Idris juga menjelaskan untuk pelaksanaan rapid test, saat ini sudah dilaksanakan dengan prioritas kepada ODP, PDP, Tenaga Kesehatan dan SPGDT sebanyak 1.582 orang, dengan hasil rapid test positif 65 orang atau 4,1 persen, akan tetapi hasil ini harus ditindaklanjuti dengan pemeriksaan SWAB PCR untuk diagnosa pasti adanya virus COVID-19.

Baca juga: Sudah 5.000 Petugas Medis yang Diterjunkan ke Tengah Masyarakat

"Dari hasil PCR ini baru dapat dipastikan terkonfirmasi positif atau tidak. Rapid test ini akan terus dilakukan sesuai dengan rencana dan prioritas yang telah ditetapkan," katanya.

Idris mengajak masyarakat untuk terus Ikhtiar memutus mata rantai penularan dengan berdiam diri di rumah, dengan sikap sabar dan berserah diri, berdoa kepada Allah SWT Tuhan Yang Maha Penolong.


Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Adryan Novandia

Berita Terkait: