Pantau Flash
5 Orang Meninggal Korban Longsor di Manado
BNPB Umumkan Korban Meninggal Akibat Gempa Majene Sebanyak 46 Jiwa
Jakarta Catatkan Kasus Baru COVID-19 Terbanyak, Sulawesi Barat Nihil
Leo/Daniel Kalah, Ganda Putra Indonesia Gagal Melaju ke Final Thailand Open
Gempa Bumi Tektoknik Magnitudo 5,2 Terjadi di Sulawesi Utara

BPPTKG: Letusan Gunung Merapi Diperkirakan Bersifat Efusif

BPPTKG: Letusan Gunung Merapi Diperkirakan Bersifat Efusif Kondisi Gunung Merapi dipantau dari Pos Pengamatan Merapi (PGM) Kaliurang, Sleman. Foto Antara/HO-BNPB

Pantau.com - Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Hanik Humaida mengatakan bahwa Gunung Merapi diperkirakan akan mengalami erupsi yang bersifat efusif atau lelehan, setelah statusnya dinaikkan menjadi Level III atau 'Siaga' pada Kamis 5 November 2020.

"Letusan efusif yang dapat terjadi sewaktu-waktu itu akan memiliki kesamaan dengan erupsi 2006," kata Hanik dalam siaran pers BNPB seusai diskusi bertajuk "Erupsi Merapi, Apa Yang Bisa Kita Lakukan" melalui media daring, Minggu (29/11/2020).

Menurut dia, pada kondisi tersebut lantas tidak menutup kemungkinan akan terjadi erupsi yang bersifat eksplosif. Hanya saja, pihaknya memperkirakan bahwa apabila memang terjadi letusan eksplosif, maka tidak akan sebesar erupsi pada 2010.

"Kalau terjadi letusan eksplosif itu tidak sebesar tahun 2010," katanya.

Baca juga: Aktivitas Merapi Tinggi, BPPTKG: Jika Erupsi Sedikit Lebih Besar dari 2006

Ia mengatakan, prediksi letusan bersifat efusif itu didapatkan berdasarkan sejumlah fakta temuan secara periodik, yang mana hingga sejauh ini tidak terpantau adanya indeks kegempaan vulkanik dalam.

Selain itu, berdasarkan data yang dihimpun dari pengamatan, gas yang dapat mempengaruhi pola erupsi telah terlepas secara berangsur-angsur dan pola kegempaan memiliki kesaman dengan pra erupsi pada 2006.

"Karena terjadinya kegempaan vulkanik dalam itu tidak ada (tidak terpantau alat). Tidak ada tekanan berlebih dari dapur magma. Pola kegempaan juga mirip 2006. Gas-gas terilis lebih dulu," katanya.

Dalam kesempatan yang sama, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo yang juga menjadi "Keynote Speaker" pada diskusi tersebut menilai bahwa meskipun perkiraan sementara bahwa erupsi Gunung Merapi akan bersifat efusif, namun dia tetap meminta seluruh komponen agar tetap siaga dan waspada, serta tidak kemudian menganggap remeh.

Sebab, erupsi Gunung Merapi pada periode sebelumnya telah memberikan pelajaran dan gambaran yang nyata tentang potensi dan ancaman bahayanya.

"Dulu ada 'bunker' bawah tanah, tapi nyatanya nggak kuat," kata Ganjar.

Baca juga: DIY Dilanda Suhu Panas hingga 35 Derajat, Akibat Aktivitas Gunung Merapi?

Sejauh ini, Ganjar yakin bahwa masyarakat di lereng Gunung Merapi sudah lebih mengerti dan memahami apa yang harus dilakukan ketika terjadi erupsi.

Di samping itu, dia juga percaya bahwa masyarakat lereng Gunung Merapi memiliki kearifan lokal tentang "Early Warning System" yang baik dan masih dipertahankan hingga saat ini.

"Saya melihat ternyata kearifan lokalnya luar biasa, kentongannya hidup lagi. 'Early Warning System' yang baik sekali. Masyarakat sudah sangat mengerti tentang kondisi Gunung Merapi dan apa yang harus segera mereka dilakukan," katanya.

Ganjar juga meminta kepada segenap komponen dan pemerintah di daerah agar dapat menggunakan hasil monitoring BPPTKG terkait perkembangan aktivitas Gunung Merapi tersebut sebagai bahan pertimbangan dalam mengambil kebijakan berbasis pengurangan risiko bencana.

"Kita perlu memberikan pikiran dan gambaran yang bersifat teknis, sehingga risiko bencana bisa kita kurangi," katanya.

Sejalan dengan Ganjar, Hanik juga mengajak kepada seluruh masyarakat di wilayah Kawasan Rawan Bencana (KRB) III agar selalu waspada dan dapat memahami tentang fenomena alam yang kemudian akan memberikan pelajaran dan manfaat untuk ke depannya.

"Biarkanlah merapi berekspresi. Kita sudah mengambil manfaat dari Merapi. Insha Allah nanti manfaatnya kita dapatkan kembali," katanya.

Tim Pantau
Editor
Adryan Novandia

Berita Terkait: