Pantau Flash
Kemenpora Keluarkan Protokol Guna Perangi Wabah Virus Korona
12 Ruas Jalanan Kota Medan Resmi Ditutup Imbas Pandemi Korona
183 Jemaah Masjid Kebun Jeruk Dipindahkan ke RS Wisma Atlet
Anies Baswedan Perpanjang Tanggap Darurat Jakarta hingga 19 April
Positif COVID-19 Meningkat, 1.155 Kasus, 102 Meninggal, dan 59 Sembuh

Ganjar Prioritaskan ODP untuk Jalani Rapid Test Korona

Ganjar Prioritaskan ODP untuk Jalani Rapid Test Korona Ganjar Pranowo saat memberikan keterangan kepada wartawan. (ANTARA/Aris Wasita)

Pantau.com - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengatakan pemerintah memprioritaskan orang dalam pemantauan (ODP) untuk menjalani rapid test pada kasus pandemi COVID-19.

"Rapid test sampai sekarang belum ada. Mesti hati-hati betul rapid test yang mana terverifikasi oleh Kemenkes, diprioritaskan ke siapa. Kan kalau kita ke ODP dulu," katanya di Solo, Kamis (26/3/2020).

Baca juga: Pemkab Bekasi Mulai Rapid Test dengan Metode 'Door to Door'

Ia mengatakan pengetesan yang dilakukan secara terus-menerus ini akan menjadi prioritas pemerintah.

Mengenai para perantau dari Jawa Tengah yang ada di Jakarta, dikatakannya, saat ini sudah banyak yang pulang kampung. Terkait hal itu, pihaknya sudah mengerahkan pemangku pemerintah untuk melakukan pengecekan.

"Kami kerahkan satu persatu. Tenaga kesehatan, kades, dan terminal dikontrol. TNI/Polri juga melakukan pengecekan," katanya.

Meski demikian, dikatakannya, bagi yang ingin mudik ke Jawa Tengah pada Lebaran mendatang agar mengurungkan rencana tersebut.

"Kalau boleh minta sebaiknya yang di Jakarta tetap di Jakarta. Tidak usah mudik sehingga sama-sama saling menjaga kesehatan masing-masing," katanya.

Baca juga: Catat! Ada 8 Lokasi Rapid Test Korona di Kota Bogor dengan 800 Alat

Sementara itu, pihaknya akan menambah gerakan dengan dukungan dari Kementerian Pendidikan. Ia mengatakan melalui Dirjen Pendidikan Tinggi, pemerintah akan melibatkan mahasiswa untuk upaya promotif dan preventif.

Disinggung mengenai efektivitas upaya social distancing, dikatakannya, sebetulnya akan efektif selama dilakukan secara disiplin.

"Kalau dilakukan disiplin cukup banget, masalahnya kan disiplin kurang. Maka TNI/Polri turun. Ayo semuanya jangan berkumpul. Dalam hal ini penting masyarakat mengamankan diri, termasuk tokoh agama kami minta bagaimana cara beribadah yang nyaman, tidak terganggu. Tetap dilaksanakan tapi tanpa ada kerumunan. Harus lebih masif dan tegas lagi," katanya

Tim Pantau
Editor
Adryan Novandia
Penulis
Kontributor - TIH

Berita Terkait: