Pantau Flash
Kemenkes Catat 1,4 Juta Penduduk Indonesia Sudah Divaksin COVID-19
Bertambah 8.493, Total Kasus Positif COVID-19 di Indonesia Kini 1.314.634
Buntut Penembakan TNI Cengkareng, Propam Polri Larang Polisi ke Kafe dan Minum Miras
Sebanyak 4.269 Pasien COVID-19 Dirawat di RSD Wisma Atlet
Bripka CS Jadi Tersangka Penembakan Anggota TNI di Cengkareng

Ingin Beri Santunan Gempa Sulbar, Kemensos Masih Cari Data Ahli Waris

Headline
Ingin Beri Santunan Gempa Sulbar, Kemensos Masih Cari Data Ahli Waris Situasi Kota Mamuju, Sulawesi Barat, Jumat (15/1/2021) setelah bencana gempa bumi dengan kekuatan magnitudo 6,2. (FOTO ANTARA/Amirullah)

Pantau.com - Kementerian Sosial hingga saat ini masih terus mencari data-data ahli waris yang keluarganya menjadi korban gempa di Kabupaten Mamuju dan Majene, Sulawesi Barat untuk diberikan santunan senilai Rp15 juta.

"Kemensos akan memberikan santunan kepada ahli waris masing-masing sebesar Rp15 juta," kata Pekerja Sosial Ahli Muda Kemensos Dika Yudhistira R. saat konferensi pers secara daring yang dipantau di Jakarta, Rabu (20/1/2021).

Hingga hari ini, korban meninggal dunia dilaporkan 91 orang. Namun, Kemensos masih menunggu data valid dari pihak Basarnas.

Baca juga: Presiden Jokowi Datang, Warga Kalsel pun Senang

Pencarian data ahli waris dilakukan oleh tim layanan dukungan psikososial (LDP).

Selain itu, tim tersebut juga memberikan pendampingan kepada penyintas, baik di tenda yang didirikan Kemensos maupun tenda mandiri yang didirikan warga.

Untuk mempercepat penanganan korban, Kemensos melibatkan tim LDP pusat empat orang, termasuk mengader personel Tagana, tenaga kesejahteraan sosial kecamatan (TKSK), anggota program keluarga harapan, hingga relawan dari berbagai komunitas.

"Total ada 30 orang yang kami sebar di dua kabupaten untuk melakukan kegiatan layanan dukungan psikososial," ujar Dika.

Baca juga: Presiden Jokowi Sebut Banjir Kalsel Jadi yang Pertama Sejak 50 Tahun Terakhir

Secara umum, Kemensos telah melakukan berbagai upaya penanganan di lokasi bencana, mulai dari penyaluran makanan siap saji, makanan anak, tenda gulung, hingga mendirikan tenda merah putih COVID-19 dan berbagai kebutuhan lainnya.

Terkait dengan dapur umum yang didirikan di delapan titik lokasi bencana, Kemensos bisa memproduksi 21.100 bungkus makanan per hari. Meskipun demikian, jumlah itu masih kurang untuk memenuhi seluruh kebutuhan.

Kemensos juga menambah dua lokasi konsentrasi penampungan warga yang lebih layak untuk ditempati, satu tenda didirikan di jalur dua Kabupaten Mamuju dan satu lainnya di Kabupaten Majene guna menampung penyintas.

Tim Pantau
Editor
Adryan Novandia

Berita Terkait: