Jokowi Minta Pengawasan Industri Obat Diperketat Buntut Kasus Gagal Ginjal Akut Misterius

Headline
Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberi keterangan pers. (Foto: Tangkap layar YouTube Sekretariat Presiden (Setpres).

Pantau – Presiden Joko Widodo (Jokowi) buka suara terkait kasus gagal ginjal akut misterius yang menyerang anak-anak. Jokowi mendesak pengawasan terhadap industri obat diperketat.

“Yang paling penting pengawasan terhadap industri obat harus diperketat lagi. Tugasnya semuanya,” kata Jokowi di JIEXPO Kemayoran, Jakarta Pusat, Jumat (21/10/2022).

Jokowi menyatakan, penjelasan mengenai kasus gagal ginjal akut misterius sudah disampaikan Menkes Budi Gunadi Sadikin pada siang tadi.

“Tadi siang kan sudah disampaikan oleh Menkes secara detil ya,” ujar Jokowi.

Sebelumnya diberitakan, Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menyebut per Jumat (21/10/2022) kasus gagal ginjal akut mencapai 241 kasus. Lebih dari setengahnya dinyatakan meninggal dunia.

“Sampai sekarang kita sudah mengidentifikasi ada 241 kasus gangguan gangguan ginjal akut di 22 provinsi dengan 133 kematian atau 55 persen dari kasus,” kata Budi dalam konferensi pers di Gedung Kemenkes, Jakarta.

Budi menambahkan gejala terbanyak adalah berkurangnya oliguria atau air kencing atau anuria, tidak ada air kencing sama sekali. Namun Budi belum bisa memastikan penyebab penyakit ini.

Budi mengingatkan para orangtua untuk mewaspadai kondisi urine balitanya masing-masing. Jika berkurang dalam 6-12 jam atau tidak ada urine selama 6-8 jam, maka balita harus segera dibawa ke rumah sakit.

Kemudian rumah sakit harus segera melakukan pemeriksaan fungsi ginjal, yakni ureum dan kreatinin. Apablila hasilnya menunjukkan ada peningkatan, maka diperlukan diagnosis, evaluasi kemungkinan etiologi dan komplikasi.

Tim Pantau
Editor
Khalied Malvino
Penulis
Khalied Malvino