Pantau Flash
Gedung Putih Pastikan Pilpres AS Tetap Digelar 3 November 2020
Ombudsman Soal Ganjil Genap: Waspadai Klaster Transportasi Publik
BPS: Inflasi Tahunan yang Terendah Sejak Mei 2000
Gibran Kantongi Dukungan Penuh Prabowo Subianto di Pilkada Solo
Update COVID-19 RI per 3 Agustus: 1.679 Kasus Baru, Total Positif 113.134

Kecewa Berat, Kantor Anies Dibanjiri Karangan Bunga Duka Cita

Headline
Kecewa Berat, Kantor Anies Dibanjiri Karangan Bunga Duka Cita Seorang peserta aksi berpose di depan karangan bunga, aksi tersebut memberikan karangan bunga berisi kekecewaan pada sistem Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) DKI tahun 2020/2021, Balai Kota Jakarta, Senin (6/7/2020). (Antara/Ricky Prayoga)

Pantau.com - Balai Kota DKI Jakarta dibanjiri karangan bunga duka cita sebagai bentuk kekecewaan mengenai Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ajaran 2020/2021, Senin (6/7/2020).

Ada sekitar delapan hingga 10 karangan bunga yang berjejer di depan kantor mantan Menteri Pendidikan tersebut di Medan Merdeka Selatan, dengan berisi tulisan bernada kecewa seperti "Selamat kepada Disdik dan Gubernur DKi atas kebijakan PPDB DKI 2020 yang kekejamannya lebih mematikan dari pada virus corona".

Kemudian ada "RIP Pendidikan Indonesia, dari anak-anak lulusan angkatan 2020 yang kecewa", lalu ada yang bertuliskan "Terima kasih kepada Gubernur dan Kepala Disdik DKI kalian hancurkan kepercayaan anak didik dan psikologi mereka".

Baca juga: Komnas Anak Desak PPDB DKI Jalur Zonasi Dibatalkan

Bahkan ada yang berisi tulisan meminta Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta untuk turun dari jabatannya "Pecat ibu Nahdiana, dari anak-anak lulusan 2020 yang terzolimi olehmu".

Salah satu orangtua siswa, Agung (46) mengatakan dalam kiriman bunga itu tidak diikuti dengan aksi unjuk rasa.

Menurutnya, kiriman karangan bunga itu merupakan bentuk simbolis kekecewaan para orangtua.

"Kita hanya simbolik saja hanya memberikan karangan bunga ini ke Pemprov DKI Jakarta sebagai bentuk kekecewaan kami, sebagai mati surinya pendidikan yang ada di Jakarta," kata Agung di depan Balai Kota DKI Jakarta.

Sementara itu, Koordinator lapangan (korlap) aksi, Emil, mengatakan kiriman bunga itu merupakan bentuk kekecewaan dari para orangtua dan siswa.

"Rasa kecewa anak-anak korban PPDB DKI," ujar Emil saat dihubungi.

Baca juga: Pak Jokowi, Mereka Berharap Penolakan PPDB DKI Didengar

Emil menyebut nantinya seiring waktu karangan bunga itu akan terus bertambah, namun dia tidak menjelaskan secara rinci total karangan bunga yang akan dikirim ke Balai Kota.

PPDB tahun ajaran 2020/2021 sendiri telah usai melakukan seleksi dengan berbagai jalur yakni jalur inklusi, afirmasi, prestasi non akademis, jalur zonasi, jalur prestasi akademis dan jalur zonasi bina RW pada tanggal 4 Juli 2020 lalu, namun masih banyak peserta didik yang merasa berhak tidak berhasil lolos melalui enam jalur masuk tersebut.

Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Adryan Novandia

Berita Terkait: