Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Seleksi PPDB SMA Unggul Garuda Dipastikan Transparan, Tak Ada Jalur Khusus, Tegas Mendiktisaintek

Oleh Leon Weldrick
SHARE   :

Seleksi PPDB SMA Unggul Garuda Dipastikan Transparan, Tak Ada Jalur Khusus, Tegas Mendiktisaintek
Foto: Arsip - Pertemuan antara Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto (kanan) dengan Duta Besar Singapura untuk Indonesia Kwok Fook Seng (kiri) di Jakarta pada Rabu 31/12/2025 (sumber: Kemdiktisaintek)

Pantau - Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto, menegaskan bahwa proses seleksi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) untuk SMA Unggul Garuda akan dilakukan secara transparan dan akuntabel, tanpa adanya jalur khusus yang menjamin kelulusan.

Brian Yuliarto menyatakan bahwa tidak ada pihak mana pun yang dapat menjanjikan kelulusan siswa melalui jalur tertentu di luar mekanisme resmi.

"Kami menjamin seluruh prosesnya akan berjalan dengan transparan, akuntabel, jika ada orang-orang tertentu yang mengklaim, menawarkan, ada jalur khusus ataupun sama sekali tidak ada, tidak boleh terjadi hal seperti itu, semuanya akan transparan akuntabel," ungkapnya.

Ia juga mengingatkan orang tua dan calon peserta didik untuk tidak tergiur oleh tawaran dari oknum yang mengatasnamakan Kemdiktisaintek.

Brian mengimbau masyarakat untuk menggunakan saluran resmi Kemdiktisaintek apabila masih memiliki pertanyaan terkait proses dan persyaratan seleksi.

SMA Unggul Garuda Siapkan Pendidikan Berstandar Internasional

SMA Unggul Garuda merupakan inisiatif pemerintah untuk menyediakan pendidikan menengah berkualitas tinggi dengan kurikulum bertaraf internasional.

Sekolah ini akan dilengkapi dengan fasilitas pembelajaran memadai serta guru dan tenaga kependidikan terbaik.

Brian Yuliarto menyampaikan bahwa sekolah ini dirancang untuk menjadi ruang tumbuh bagi siswa-siswa berprestasi, khususnya di bidang sains, teknologi, engineering, dan matematika (STEM).

"Ini tentu merupakan wujud kehadiran negara untuk memastikan bahwa akses terhadap pendidikan unggul tidak ditentukan oleh latar belakang ekonomi melainkan oleh potensi, prestasi, dan yang paling penting adalah kerja keras," ia mengungkapkan.

Direktur Jenderal Sains dan Teknologi Kemdiktisaintek, Ahmad Najib Burhani, menambahkan bahwa siswa yang diterima akan menempuh pendidikan di empat lokasi SMA Unggul Garuda yang tersebar di berbagai daerah.

Keempat lokasi tersebut adalah Kabupaten Timor Tengah Selatan (NTT), Kabupaten Tanjung Selor (Kalimantan Utara), Kabupaten Konawe Selatan (Sulawesi Tenggara), dan Kabupaten Belitung Timur (Bangka Belitung).

"SMA Unggul Garuda nantinya akan dilengkapi dengan berbagai sarana-prasarana, fasilitas pembelajaran, serta guru dan tenaga kependidikan terbaik berstandar internasional. Namun tetap menjunjung tinggi kearifan lokal dan wawasan kebangsaan," jelas Ahmad Najib.

Setiap sekolah akan menerima sekitar 160 siswa, sehingga total kuota PPDB tahun 2026 mencapai 640 siswa.

"Totalnya adalah 160 siswa kali empat, 640 siswa yang akan diterima pada tahun ini," tambahnya.

Penulis :
Leon Weldrick