
Pantau - Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Belitung, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, dipastikan menyerap produk dari petani, peternak, dan nelayan lokal guna mendorong perekonomian masyarakat.
Dapur MBG Gerakkan Ekonomi Lokal
Koordinator Wilayah Badan Gizi Nasional (BGN) Kabupaten Belitung, Enggit Clara, menyampaikan bahwa pemanfaatan produk lokal ini merupakan bagian dari instruksi langsung BGN pusat.
"Dapur SPPG Program MBG menyerap produk lokal sesuai instruksi dan arahan dari BGN pusat dengan tujuan menggerakkan perekonomian masyarakat," ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa hal ini sejalan dengan tujuan utama program yang dirancang agar masyarakat luas ikut merasakan manfaat dari implementasinya.
"Hal ini bertujuan untuk menggerakkan perekonomian para petani, peternak, maupun nelayan kecil dengan kehadiran Program MBG," ia mengungkapkan.
Enggit juga menyebutkan bahwa para petani, peternak, dan nelayan kecil saat ini menjadi mitra dalam pelaksanaan Program MBG.
"Sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto bahwa Program MBG dirancang untuk menggerakkan perekonomian masyarakat luas dan ikut merasakan dampak positif dari program ini," ujarnya.
Enam Dapur Sudah Beroperasi
Saat ini terdapat enam dapur SPPG yang telah beroperasi dan mendistribusikan makanan bergizi ke berbagai sekolah di Belitung.
Enam dapur tersebut antara lain: SPPG Air Buntar Membalong, SPPG Kamboja, SPPG Polres Belitung, SPPG Buluhtumbang, SPPG Pangkallalang, dan SPPG Air Seru.
Dapur-dapur ini menyerap berbagai komoditas lokal seperti sayuran, telur ayam, daging ayam, dan ikan segar dari mitra lokal.
"Selama ini produk-produk lokal yang diserap berkualitas dan segar sehingga memenuhi standar yang ditetapkan BGN," jelas Enggit.
Pemanfaatan produk lokal ini tidak hanya mendukung keberhasilan distribusi makanan bergizi, tetapi juga menjadi strategi untuk memperkuat ketahanan ekonomi lokal melalui sektor pertanian, peternakan, dan perikanan.
- Penulis :
- Leon Weldrick







