
Pantau - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyatakan program revitalisasi industri pupuk hingga tahun 2029 berpotensi menurunkan harga pupuk subsidi sebesar 20 persen sekaligus meningkatkan produktivitas hingga 700 ribu ton tanpa menambah beban Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Pernyataan tersebut disampaikan Andi Amran Sulaiman saat meresmikan Revitalisasi Pupuk Indonesia Revamping Ammonia Pabrik-2 di Bontang, Kalimantan Timur, Kamis (29/1/2026).
“Kita hitung kembali bisa turun 20 persen. Tetapi produksinya nambah 700 ribu ton. Dan tidak menambah APBN,” ungkap Andi Amran.
Pemerintah menargetkan peresmian tujuh pabrik pupuk yang direvitalisasi dalam beberapa tahun ke depan sebagai bagian dari kebijakan strategis penguatan industri pupuk nasional.
Kebijakan revitalisasi industri pupuk tersebut merupakan arahan langsung Presiden Prabowo Subianto dan pelaksanaannya dikawal bersama DPR, khususnya Komisi IV.
Tujuan utama kebijakan ini adalah menjamin ketersediaan pupuk bagi para petani guna mendukung peningkatan produksi pertanian nasional.
Menteri Pertanian menjelaskan efisiensi produksi pupuk dari proyek Ammonia Pabrik-2 di Kalimantan Timur mencapai sekitar 10 persen dan berdampak langsung terhadap peningkatan produksi pertanian.
Andi Amran menyebut sektor pupuk telah menciptakan tambahan keuntungan yang signifikan sepanjang tahun 2025.
“Ada delta tercipta, tambahan keuntungan Rp132 triliun tahun 2025,” ujar Andi Amran.
Ia juga mengingatkan agar distribusi pupuk dilakukan tepat waktu karena keterlambatan penyaluran dinilai dapat berdampak besar terhadap produksi pertanian.
Direktur Utama Pupuk Indonesia Rahmad Pribadi menjelaskan Pabrik Amonia II di Pupuk Kalimantan Timur merupakan pabrik amonia tertua yang pertama kali diresmikan pada 29 Oktober 1984 oleh Presiden Soeharto.
Sejak awal pendiriannya, pabrik tersebut dibangun dengan visi kemandirian industri dan ketahanan pangan nasional.
Visi tersebut terus dilanjutkan melalui peremajaan pabrik yang diresmikan pada 29 Januari 2026.
Rahmad menyebut peresmian revamping ini memiliki makna historis sebagai jembatan lintas generasi dan bertepatan dengan pengumuman bahwa Indonesia kembali mencapai swasembada pangan.
Peremajaan Pabrik Amonia II mampu menghemat biaya operasional hingga Rp200 miliar serta menurunkan emisi sebesar 110 ribu ton sehingga operasional pabrik menjadi lebih ramah lingkungan.
Rahmad menegaskan Revamping Amonia II merupakan bagian dari tujuh komitmen Pupuk Indonesia kepada pemerintah, di mana satu pabrik telah diresmikan dan tiga pabrik lainnya masih dalam proses pembangunan.
- Penulis :
- Aditya Yohan
- Editor :
- Tria Dianti







