
Pantau - Petani Desa Tolang Jae, Kecamatan Sayur Matinggi, Kabupaten Tapanuli Selatan, melakukan panen padi pascabencana hidrometeorologi di sawah yang tidak terdampak banjir bandang pada akhir November 2025.
Panen tersebut dilakukan di Tolang Jae, Kabupaten Tapanuli Selatan, Kamis (29/1/2026), sebagai bagian dari upaya pemulihan sektor pertanian dalam tema Bangkit Sumatera.
Petani Bersyukur Sawah Selamat dari Rendaman Lumpur
Petani Sayur Matinggi Masnelan Dalimunte mengaku bersyukur karena sawah seluas delapan pastag miliknya selamat dari rendaman lumpur banjir.
"Alhamdulillah sawah saya tidak terendam lumpur sehingga masih bisa dipanen," ungkapnya.
Panen padi telah dilakukan sejak Jumat (22/1/2026) hingga Kamis (29/1/2026) di lahan yang berada sekitar 100 meter dari Sungai Tolang.
Masnelan mengakui hasil panen kali ini lebih sedikit dibandingkan kondisi normal sebelum bencana.
Dalam kondisi normal, hasil panen dapat mencapai sekitar satu ton padi.
Penurunan hasil panen disebabkan banjir yang memutus aliran air ke sawah sehingga kondisi lahan menjadi kering.
Lahan padi tersebut telah digarap sejak sekitar 100 hari sebelumnya dan sebagian besar sawah di sekitar sungai tidak dapat dipanen karena terendam lumpur.
Hasil panen padi dibawa ke rumah untuk dijual guna memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Masnelan juga mengaku terdampak banjir dan sempat mengungsi selama dua hari.
Ia berharap kondisi kehidupan petani ke depan dapat semakin membaik.
Data Kerusakan Lahan dan Bantuan Pemerintah
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Tapanuli Selatan Muhammad Taufik Batubara menyampaikan bahwa kerusakan lahan pertanian akibat bencana hidrometeorologi terbagi dalam kategori berat, sedang, dan ringan.
Kerusakan kategori berat terdiri atas lahan gagal panen namun masih bisa ditanami kembali seluas 1.352 hektare serta lahan rusak parah dan tidak dapat digunakan lagi seluas 536 hektare.
Lahan rusak kategori sedang tercatat seluas 77 hektare, sedangkan lahan rusak ringan mencapai 1.053 hektare.
Lahan rusak berat yang masih dapat ditanami kembali akan mendapatkan bantuan bibit sebanyak 25 kilogram per hektare.
Pemerintah daerah juga menjalankan program dari pemerintah pusat untuk mengoptimalkan kembali lahan pertanian agar dapat dimanfaatkan oleh petani.
- Penulis :
- Aditya Yohan








