
Pantau - Pemerintah Provinsi Jawa Timur merevitalisasi dan merehabilitasi sebanyak 52 sekolah jenjang SMA, SMK, dan SLB di wilayah Bojonegoro dan Tuban sebagai upaya memperkuat layanan pendidikan menengah, vokasi, dan pendidikan khusus yang berkeadilan.
Program revitalisasi tersebut diresmikan langsung oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur pada Kamis (29/1/2026).
Komitmen Peningkatan Mutu Pendidikan
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyampaikan bahwa bantuan revitalisasi dan rehabilitasi merupakan bagian dari ikhtiar peningkatan mutu pendidikan.
"Bantuan revitalisasi dan rehabilitasi yang diberikan merupakan bagian dari ikhtiar untuk menjaga dan meningkatkan mutu pendidikan menengah dan pendidikan vokasi agar tetap relevan dengan perkembangan zaman, kebutuhan dunia kerja, serta tantangan masa depan," ungkapnya.
Total sekolah yang diresmikan terdiri atas 18 SMA, 25 SMK, dan sembilan SLB yang berasal dari satuan pendidikan negeri maupun swasta.
Di Kabupaten Bojonegoro, Gubernur Khofifah meresmikan sarana dan prasarana SMAN 2 Taruna Pamong Praja Jawa Timur.
Peresmian tersebut menjadi bagian dari komitmen Pemprov Jatim menghadirkan pendidikan berdampak melalui program Jatim Cerdas.
Gubernur Khofifah menekankan bahwa fasilitas pendidikan yang memadai harus dimanfaatkan untuk memperkuat kualitas pembelajaran.
Ia juga menegaskan pentingnya pembentukan karakter peserta didik melalui lingkungan sekolah yang mendukung.
"Kalau sekolah berbasis asrama begini kita bisa membangun karakter peserta didik lebih mudah," ia mengungkapkan.
Ia berpesan kepada wali asrama dan wali asuh agar menerapkan pola pengasuhan sesuai tahapan tumbuh kembang peserta didik.
"Dinamika sosial saat ini memang harus dimitigasi dengan pengasuhan pengasuhan yang bisa mendekatkan kepada pola asuh sesuai dengan tumbuh kembang anak berikan pola asuh sesuai dengan tumbuh kembang mereka," ujarnya.
Perbaikan Sarana dan Arah Pendidikan Berdampak
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Aries Agung Paewai menyampaikan bahwa revitalisasi bertujuan meningkatkan kualitas kenyamanan dan keamanan lingkungan pendidikan.
"Ini sejalan dengan arah kebijakan Ibu Gubernur tentang pendidikan berdampak yang tidak hanya mencerdaskan tetapi juga membentuk watak dan ketangguhan generasi muda Jawa Timur," ungkapnya.
Aries mengungkapkan sekitar 50 persen sekolah di bawah naungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur masih membutuhkan perbaikan sarana dan prasarana.
"Yang sudah diperbaiki dari total seluruh Jawa Timur itu ada 550 tersebar di berbagai wilayah termasuk di Bojonegoro dan Tuban ini," ujarnya.
- Penulis :
- Aditya Yohan
- Editor :
- Aditya Yohan







