
Pantau - Para siswa SDN 12 Blangkejeren tetap mengikuti kegiatan belajar mengajar di sekolah darurat yang didirikan pascabencana banjir di Desa Agusen, Kecamatan Blangkejeren, Kabupaten Gayo Lues, Aceh.
Sekolah darurat tersebut digunakan karena bangunan sekolah utama mengalami kerusakan akibat banjir yang terjadi pada akhir tahun 2025.
Semangat Belajar di Tengah Keterbatasan
Salah satu siswi kelas 5 bernama Cantika mengaku tetap bersemangat belajar meskipun harus mengikuti pembelajaran di tenda sekolah darurat.
"Saya tetap semangat belajar meskipun sekolahnya di tenda karena saya ingin menjadi guru," ungkapnya.
Cantika mengatakan dirinya ingin terus belajar agar kelak menjadi guru yang pintar dan dapat mengajarkan ilmunya kepada anak-anak.
Kepala SDN 12 Blangkejeren Tarmiji menyampaikan bahwa para siswa di Desa Agusen memiliki semangat dan motivasi belajar yang tinggi.
Ia menilai antusiasme siswa dalam mengikuti kegiatan belajar mengajar meningkat dalam beberapa hari terakhir.
Menurutnya, rasa trauma siswa akibat bencana banjir juga mulai berkurang seiring berjalannya waktu.
Pelaksanaan KBM dan Harapan Pembangunan Sekolah
Tarmiji menjelaskan bahwa kegiatan belajar mengajar dilaksanakan di dua lokasi berbeda karena kondisi pascabencana.
Lokasi pertama berada di sekolah darurat yang didirikan di Balai Desa Agusen.
Lokasi kedua berada di SMPN 2 Blangkejeren bagi siswa yang mengungsi di kompleks Balai Latihan Kerja Blangkejeren.
Jarak antara lokasi pengungsian dan sekolah darurat tersebut mencapai sekitar 17 kilometer.
Kegiatan belajar mengajar dilaksanakan dalam dua sesi waktu setiap hari.
Sesi pagi berlangsung dari pukul 08.30 hingga 11.45.
Sesi siang berlangsung dari pukul 14.00 hingga menjelang waktu Ashar.
Kepala sekolah berharap pembangunan sekolah baru dapat segera direalisasikan agar siswa dapat belajar dengan lebih aman dan nyaman.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Muti sebelumnya menyampaikan bahwa percepatan pembangunan sekolah terdampak banjir di Aceh akan segera dilakukan.
Sambil menunggu pembangunan gedung sekolah baru dan kelas darurat, para siswa tetap melaksanakan pembelajaran di ruang kelas darurat.
- Penulis :
- Aditya Yohan








