Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Geopolitik

Sekjen NATO Mark Rutte Tegaskan Eropa Tak Bisa Bertahan Tanpa Dukungan Amerika Serikat

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Sekjen NATO Mark Rutte Tegaskan Eropa Tak Bisa Bertahan Tanpa Dukungan Amerika Serikat
Foto: (Sumber: Sekretaris Jenderal Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) Mark Rutte menyampaikan keterangan pers sebelum berlangsungnya KTT NATO di Den Haag, Belanda, Senin (23/6/2025). Pertemuan tersebut berlangsung 24-25 Juni 2025. ANTARA FOTO/Xinhua/Zhao Dingzhe/rwa..)

Pantau - Sekretaris Jenderal NATO, Mark Rutte, menegaskan pentingnya peran Amerika Serikat dalam pertahanan Eropa dan menyatakan bahwa Eropa tidak bisa membela diri tanpa dukungan dari AS.

Dalam pernyataannya pada Senin, 26 Januari 2026, Rutte secara tegas menolak gagasan bahwa Uni Eropa mampu menjaga keamanannya sendiri tanpa keterlibatan Amerika Serikat.

"Jika ada yang berpikir bahwa Uni Eropa, atau Eropa secara keseluruhan, dapat membela diri tanpa AS, teruslah bermimpi. Anda tidak bisa. Kita tidak bisa. Kita saling membutuhkan", ungkapnya.

Tegaskan Saling Ketergantungan dan Peran Nuklir AS

Rutte menjelaskan bahwa Amerika Serikat juga bergantung pada aliansi NATO untuk menjaga keamanannya, dan hubungan tersebut merupakan fondasi pertahanan bersama.

"Jika Anda benar-benar ingin melakukannya sendiri, dan mereka yang Anda mohon untuk itu, lupakan itu, Anda tidak akan pernah bisa sampai sana dengan 5 persen, itu akan menjadi 10 persen", ujarnya.

Ia menambahkan bahwa membangun sistem pertahanan nuklir mandiri di Eropa akan memerlukan biaya besar dan hasilnya tidak akan menggantikan peran payung nuklir AS.

"Anda harus membangun kemampuan nuklir Anda sendiri yang membutuhkan biaya miliaran euro. Anda akan kalah, dalam skenario itu, Anda akan kehilangan penjamin utama kebebasan kita, yaitu payung nuklir AS. Jadi, semoga berhasil", tegasnya.

Mark Rutte juga menyerukan kerja sama yang lebih erat antara NATO dan Uni Eropa, dengan menekankan bahwa masing-masing memiliki kekuatan yang saling melengkapi.

"Uni Eropa hebat dalam hal ketahanan, tetapi Uni Eropa juga hebat dalam hal regulasi. Dan di sini, kita sangat membutuhkan deregulasi", jelasnya.

Isu Greenland dan Dukungan untuk Ukraina

Pernyataan Rutte juga muncul di tengah ketegangan terkait wilayah Greenland, menyusul upaya Presiden AS Donald Trump untuk membeli wilayah tersebut dari Denmark.

Trump disebut melunakkan sikapnya setelah bertemu dengan Rutte di Davos, Swiss, dan mengumumkan pembahasan kerangka kerja terkait keamanan Greenland.

Kerangka kerja tersebut bertujuan membendung pengaruh Rusia dan Tiongkok di kawasan Arktik serta memperkuat koordinasi pertahanan melalui NATO.

Rutte menjelaskan bahwa ada dua jalur kerja yang sedang dikembangkan: satu berfokus pada peran NATO di Greenland dan Arktik, sementara jalur lain melibatkan Denmark, Greenland, dan AS secara langsung.

"Terserah kepada Denmark, Greenland, dan AS untuk melakukan itu. Saya tidak akan terlibat dalam alur kerja itu", ungkapnya.

"Saya tidak memiliki mandat untuk bernegosiasi atas nama Denmark, jadi saya tidak melakukannya, dan saya tidak akan melakukannya", tegasnya.

Dalam konteks konflik Rusia-Ukraina, Rutte menegaskan pentingnya memenuhi kebutuhan pertahanan Ukraina di tengah serangan Rusia terhadap infrastruktur sipil.

Ia menyambut baik paket pinjaman sebesar €90 miliar dari Uni Eropa kepada Ukraina dan menyerukan fleksibilitas dalam penggunaannya.

"Tetapi di sini, saya benar-benar mendesak Anda untuk memastikan fleksibilitas dalam bagaimana dana ini dapat dibelanjakan", katanya.

Rutte menyebut bahwa meskipun Eropa sedang membangun industri pertahanannya, kapasitas saat ini belum cukup untuk memenuhi kebutuhan militer Ukraina secara penuh.

"Jadi, saat Anda melanjutkan pinjaman ini, saya mendorong Anda untuk tetap memprioritaskan kebutuhan Ukraina", ujarnya.

Ia menutup pernyataannya dengan menekankan bahwa dukungan militer Amerika Serikat tetap menjadi faktor krusial dalam mempertahankan Ukraina dari serangan Rusia.

Penulis :
Aditya Yohan