
Pantau - Anggota komite teknokratik yang ditugaskan untuk mengelola Jalur Gaza dijadwalkan akan memasuki wilayah tersebut pada Rabu, 28 Januari atau Kamis, 29 Januari mendatang guna memulai tugas pemerintahan administratif.
Seorang sumber Palestina yang enggan disebutkan namanya menyampaikan informasi ini kepada kantor berita Xinhua pada Minggu, 25 Januari.
Menurut sumber tersebut, para pejabat Amerika Serikat dan Nickolay Mladenov, yang disebut sebagai "perwakilan tinggi untuk Gaza" dari "Dewan Perdamaian", telah menjalin komunikasi dengan pihak Israel untuk mengatur proses masuknya komite ke Jalur Gaza.
Masuknya komite dapat tertunda jika terjadi perkembangan di lapangan yang menghalangi kedatangan mereka.
Komite Akan Fokus pada Penanganan Darurat
Sumber yang dekat dengan komite itu juga menyebutkan bahwa kantor pusat komite teknokratik akan berlokasi di wilayah barat Jalur Gaza, tepatnya di area yang telah ditinggalkan oleh pasukan Israel.
Setelah memasuki Gaza, komite akan langsung memulai tugas mereka dan mengambil alih pengawasan terhadap seluruh badan administratif di wilayah tersebut.
Pada tahap awal, fokus utama komite adalah implementasi rencana bantuan darurat, peningkatan distribusi bantuan kemanusiaan, penanganan sektor kesehatan, serta pengadaan obat-obatan dan peralatan medis yang saat ini langka.
Penugasan ini muncul di tengah meningkatnya jumlah korban akibat kekerasan militer di Gaza.
Tiga Warga Palestina Tewas, Empat Lainnya Terluka
Pada hari yang sama, tiga warga Palestina dilaporkan tewas akibat tembakan militer Israel di Jalur Gaza.
Dua di antaranya meninggal dunia di kawasan Tuffah, timur Gaza City, di luar zona pengerahan pasukan Israel.
"Pasien tiba di Rumah Sakit Baptist dalam kondisi tidak bernyawa akibat luka tembak," ungkap pihak rumah sakit dalam pernyataan pers.
Satu korban lainnya tewas di wilayah selatan Gaza, menurut laporan dari Rumah Sakit Nasser di Khan Younis.
Sementara itu, empat warga lainnya mengalami luka-luka setelah serangan drone menargetkan atap bangunan di Gaza City tengah, yang sebelumnya telah rusak akibat serangan Israel.
"Empat korban luka kini dirawat di Rumah Sakit Al-Shifa dengan cedera akibat pecahan proyektil," ungkap sumber medis setempat.
Pihak militer Israel belum memberikan komentar terkait serangkaian insiden tersebut.
Korban Jiwa Terus Bertambah
Dalam laporan harian, otoritas kesehatan Gaza menyatakan bahwa sejak gencatan senjata dimulai pada 10 Oktober 2025, jumlah korban tewas telah mencapai 484 orang, dengan 1.321 orang lainnya mengalami luka-luka.
Sejak 7 Oktober 2023, total korban tewas di Gaza mencapai 71.657 orang, sedangkan total korban luka mencapai 171.399 orang.
- Penulis :
- Leon Weldrick







