HOME  ⁄  Nasional

BGN Tegaskan Pendataan Program Makan Bergizi Gratis Dilakukan Inklusif dan Transparan

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

BGN Tegaskan Pendataan Program Makan Bergizi Gratis Dilakukan Inklusif dan Transparan
Foto: (Sumber: Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana memberikan keterangan kepada pers usai rapat koordinasi terbatas di Kementerian Koordinator Bidang Pangan Jakarta, Kamis (29/1/2026). (ANTARA/Aria Ananda).)

Pantau - Badan Gizi Nasional memastikan pendataan penerima Program Makan Bergizi Gratis dilakukan secara inklusif dan transparan dengan menyasar seluruh kelompok sasaran tanpa terkecuali.

Pendataan penerima Program Makan Bergizi Gratis mencakup anak usia sekolah, santri, balita, ibu hamil, ibu menyusui, serta kelompok rentan lainnya di seluruh wilayah Indonesia.

BGN menegaskan tidak terdapat Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi fiktif maupun penerima manfaat MBG fiktif dalam pelaksanaan program tersebut.

Pendataan dilakukan bersama pemerintah daerah menggunakan pendekatan by name by address sehingga dapat ditelusuri hingga tingkat individu.

BGN memastikan warga negara yang belum memiliki NIK serta anak putus sekolah tetap menjadi sasaran Program Makan Bergizi Gratis.

Proses pendataan dilaksanakan melalui SPPG yang berkoordinasi hingga tingkat kecamatan guna menjamin validitas dan akurasi data.

BGN membuka ruang pengawasan publik terhadap kualitas layanan dan menu Program Makan Bergizi Gratis yang disalurkan kepada penerima manfaat.

BGN menyatakan masukan dan kritik dari masyarakat, termasuk yang disampaikan melalui media sosial, akan digunakan sebagai bahan evaluasi dan perbaikan layanan program.

BGN menilai keterlibatan publik penting untuk memastikan program berjalan sesuai tujuan peningkatan gizi masyarakat.

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menekankan pentingnya data yang akurat sebagai dasar evaluasi dampak Program Makan Bergizi Gratis.

Zulkifli Hasan menyampaikan bahwa hingga saat ini tercatat sebanyak 22.091 unit SPPG dengan jumlah penerima manfaat mencapai 60 juta orang, ungkapnya.

Ia menjelaskan Program Makan Bergizi Gratis juga berdampak pada penyerapan tenaga kerja yang melibatkan ratusan ribu pekerja SPPG serta puluhan ribu pemasok dan mitra.

Pemerintah menargetkan peningkatan akurasi data sebagai dasar evaluasi jangka menengah dan panjang terkait perbaikan gizi dan pertumbuhan penerima program.

Penulis :
Aditya Yohan
Editor :
Tria Dianti