
Pantau - Pemerintah memastikan Program Makan Bergizi Gratis tetap berjalan selama bulan Ramadhan 1447 Hijriah dengan penyesuaian mekanisme layanan agar tetap tepat sasaran tanpa mengganggu pelaksanaan ibadah puasa bagi peserta didik dan kelompok penerima manfaat.
Keputusan penyesuaian tersebut diambil dalam rapat koordinasi terbatas Kementerian Koordinator Bidang Pangan terkait penguatan implementasi Peraturan Presiden Nomor 115 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan MBG yang digelar di Jakarta.
Skema Layanan MBG Selama Ramadhan
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menyatakan bahwa pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis pada bulan Ramadhan tetap berjalan dengan mekanisme yang disesuaikan.
"Pelaksanaan MBG pada bulan Ramadhan tetap berjalan," ungkapnya.
Anak sekolah di daerah yang mayoritas menjalankan ibadah puasa akan menerima makanan kering yang dapat dikonsumsi saat berbuka puasa.
Sekolah di wilayah dengan mayoritas peserta didik non-Muslim tetap mendapatkan layanan MBG seperti hari biasa.
"Sekolah yang non-Muslim distribusi MBG seperti biasa. Ibu hamil, balita juga seperti biasa," ia mengungkapkan.
Kelompok balita, ibu hamil, dan ibu menyusui dipastikan tetap mendapatkan layanan MBG secara normal selama bulan Ramadhan.
Layanan MBG di pesantren akan menyesuaikan waktu distribusi dengan digeser ke sore hari untuk dikonsumsi saat berbuka puasa.
Kesiapan Daerah dan Dampak Program
Kepala Badan Gizi Nasional Dadan Hindayana menyampaikan bahwa skema pelayanan MBG selama Ramadhan telah disiapkan oleh satuan pelayanan pemenuhan gizi di daerah.
"Untuk anak sekolah yang puasa, dibagikan saat pulang sekolah untuk berbuka," ungkapnya.
Menu MBG selama Ramadhan tetap disusun dengan memperhatikan kecukupan gizi meskipun dikemas dalam bentuk makanan kering.
Pemerintah menegaskan penyesuaian ini merupakan bagian dari upaya menjaga keberlanjutan Program MBG sekaligus menghormati pelaksanaan ibadah masyarakat.
Hingga akhir Januari 2026, Program MBG telah menjangkau lebih dari 60 juta penerima manfaat di seluruh Indonesia.
Program tersebut dilayani oleh 22.091 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi yang telah beroperasi di berbagai daerah.
Program MBG juga menyerap 924.424 tenaga kerja langsung serta didukung oleh 68.551 pemasok bahan pangan dan 21.413 mitra usaha.
Sebagian besar pemasok dan mitra usaha tersebut berasal dari pelaku UMKM lokal di daerah.
Pemerintah menilai keberlanjutan pelaksanaan MBG selama Ramadhan penting untuk menjaga konsistensi pemenuhan gizi masyarakat sekaligus memastikan dampak ekonomi tetap berjalan di tingkat daerah.
- Penulis :
- Aditya Yohan








