
Pantau - Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Melki Laka Lena memastikan sebanyak 5.000 unit rumah akan dibedah pada 2026 sebagai bagian dari upaya percepatan penanganan kemiskinan, usai pertemuan dengan Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait di Jakarta, Kamis (2/4).
Ia mengungkapkan, "Dari 436 unit rumah pada 2025, naik menjadi 5.000 unit rumah di 2026. Ini lompatan besar untuk membantu masyarakat miskin mendapatkan hunian layak."
Lonjakan Program dan Dukungan Pemerintah Pusat
Program bedah rumah tersebut mengalami peningkatan signifikan hingga 12 kali lipat atau sekitar 1.200 persen dibanding tahun sebelumnya.
Sebanyak 5.000 unit rumah akan diperbaiki dan tersebar di 21 kabupaten serta 1 kota di wilayah NTT.
Selain itu, pemerintah juga mendorong implementasi Kredit Usaha Rakyat (KUR) Perumahan yang memberikan subsidi bunga 5 persen dengan tenor hingga 30 tahun.
Program ini menyasar ASN golongan rendah, TNI-Polri, guru, nelayan, petani, hingga pelaku UMKM yang selama ini kesulitan memiliki rumah layak.
Integrasi Program dan Peningkatan Kesejahteraan
Kementerian PKP juga akan melakukan penataan kawasan kumuh yang dipadukan dengan pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui program Permodalan Nasional Madani (PNM).
Pendekatan tersebut diharapkan tidak hanya memperbaiki kondisi hunian, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh.
Melki menyampaikan, "Kami berterima kasih kepada Presiden Prabowo atas perhatian besar bagi masyarakat miskin di NTT. Ini menjadi harapan baru bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat."
Sebagai tindak lanjut, Menteri PKP dijadwalkan melakukan kunjungan langsung ke NTT guna memastikan integrasi program pusat dan daerah berjalan optimal.
Langkah ini menegaskan komitmen pemerintah dalam mempercepat pengentasan kemiskinan melalui kolaborasi lintas sektor.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf








