Pantau Flash
Apple Dikabarkan Tunda Peluncuran iPhone 9 Akibat Virus Korona
Komisioner KPAI Sitti Himawatty Minta Maaf Soal Hamil di Kolam Renang
Survei Indo Barometer: Prabowo Diunggulkan Jadi Capres 2024, Anies Kedua
Lagi, RSHS Bandung Tangani Pasien Suspect Virus Korona
WHO: Dunia Harus Bertindak Cepat Cegah Virus Korona

Pengacara Sebut Wahyu Setiawan Tak Ketahui Sumber Uang Suap Kasus PAW

Headline
Pengacara Sebut Wahyu Setiawan Tak Ketahui Sumber Uang Suap Kasus PAW Wahyu Setiawan (kedua kiri), mengenakan rompi tahanan usai menjalani pemeriksaan di gedung KPK, Jakarta, Jumat (10/1/2020) dini hari. (Foto: Antara/Dhemas Reviyanto)

Pantau.com - Tony Akbar Hasibuan, pengacara bekas anggota KPU, Wahyu Setiawan, menyebut kliennya tak mengetahui sumber uang dalam kasus suap pengurusan pergantian antarwaktu (PAW) anggota DPR  periode 2019-2024.

"Itu dibawa Bu Tio dan dia tidak cerita uang itu dari mana," kata Hasibuan, di Gedung KPK, Jakarta, Senin 27 Januari 2020.

Baca juga: Hasto Tegaskan Tak Tahu Praktik Suap yang Menjerat Harun Masiku

Selain Setiawan, dalam kasus itu KPK telah menetapkan tiga tersangka lain, yakni mantan anggota Badan Pengawas Pemilu atau orang kepercayaan Setiawan, Agustiani Tio Fridelina, kader PDI Perjuangan, Harun Masiku, yang saat ini masih buron, dan Saeful dari unsur swasta.

"Rp200 juta itu, jadi mekanismenya begini waktu itu sudah disampaikan sudah diterima oleh Pak Wahyu dan sumbernya dari mana, belum terkonfirmasi," ujarnya.

Sementara itu dalam penyidikan kasus itu, KPK telah memperpanjang penahanan terhadap Wahyu, Agustiani Tio, dan Saeful selama 40 hari ke depan sejak 29 Januari sampai dengan 8 Maret 2020.

Usai proses perpanjangan penahanan itu, Setiawan tak banyak berbicara dan menyerahkannya kepada pengacaranya. "PH (penasihat hukum) saya yang akan bicara," katanya.

Namun, ia sempat membenarkan bahwa dirinya sempat dikonfirmasi soal Sekjen PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, dalam pemeriksaan sebelumnya. Diketahui, Hasto juga telah diperiksa KPK sebagai saksi terkait kasus tersebut pada Jumat (24/1).

"Banyak pertanyaannya, terkait itu juga," kata Setiawan.

Diketahui, Setiawan meminta dana operasional Rp900 juta untuk membantu Harun menjadi anggota DPR dapil Sumatera Selatan I menggantikan caleg DPR terpilih dari Fraksi PDI Perjuangan dapil Sumatera Selatan I, Nazarudin Kiemas, yang meninggal dunia. Dari jumlah tersebut, Setiawan hanya menerima Rp600 juta.

Untuk merealisasikan hal tersebut dilakukan dua kali proses pemberian. Pertama, pada pertengahan Desember 2019, salah satu sumber dana yang saat ini masih didalami KPK memberikan uang Rp400 juta yang ditujukan pada Wahyu melalui Agustiani, advokat PDI Perjuangan, Donny Tri Istiqomah, dan Saeful.

Setiawan menerima uang dari dari Fridelina sebesar Rp200 juta di salah satu pusat perbelanjaan di Jakarta Selatan.

Baca juga: Ketua KPU Tegaskan Kasus Suap Wahyu Setiawan Tak Pengaruhi Tahapan Pilkada

Kemudian, pada akhir Desember 2019, Masiku memberikan uang pada Saeful sebesar Rp850juta melalui salah seorang staf di DPP PDI Perjuangan. Selanjutnya Saeful memberikan uang Rp150 juta pada Istiqomah, sisanya Rp700 juta yang masih di Saeful dibagi menjadi Rp450 juta pada Tio dan sisanya Rp250 juta untuk operasional.

Dari Rp450 juta yang diterima Tio, sejumlah Rp400 juta merupakan suap untuk Setiawan, namun uang tersebut masih disimpan Tio.

Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Widji Ananta
Category
Nasional

Berita Terkait: