Pantau Flash
Trump Berharap Seluruh Warga AS Disuntik Vaksin COVID-19 April 2021
Giannis Antetokounmpo MVP NBA 2020, Kalahkan King James dan Harden
Depok Berikan Kelonggaran Terhadap Aktivitas Warga 2 Pekan ke Depan
Rektor IPB Positif COVID-19 Tanpa Tunjukkan Gejala
Tambahan Kasus Harian COVID-19 RI Rekor Lagi, 4.168 Dinyatakan Positif

Pengakuan Muhaimin Iskandar Telah Dimarahi Soal Dana Bantuan COVID-19

Pengakuan Muhaimin Iskandar Telah Dimarahi Soal Dana Bantuan COVID-19 Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar. (Foto: Antara)

Pantau.com - Wakil Ketua DPR RI Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat Muhaimin Iskandar mengaku dimarahi sang istri Rustini Murtadho karena alokasi dana bantuan penanggulangan COVID-19 sebesar Rp695,2 triliun seperti tidak terasa dampaknya.

"Istri saya, kebetulan ikut juga hari ini, selalu ke mana-mana, mana (bantuan) triliunannya, kok, enggak terasa, begitu. Seolah-olah saya pemegang kendali triliunan itu dimarahi sama istri saya," kata Cak Imin, sapaan Muhaimin, di Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, Jakarta.

Cak Imin sudah berupaya menjelaskan bahwa alokasi dana tersebut dibagi sekian triliun rupiah untuk kesehatan, sekian triliun rupiah untuk perlindungan sosial, sektoral K/L dan pemda, dukungan UMKM (usaha mikro, kecil, dan menengah), pembiayaan korporasi, dan insentif usaha.

Baca juga: Ini Kata Arteria Dahlan Soal Anggota DPR RI Harus Mundur Jika Maju Pilkada

Akan tetapi, sang istri tetap sewot. "Terasa pun tidak," kata Cak Imin meniru ucapan istrinya.

Contohnya di bidang pendidikan, ketika Cak Imin mengajak istrinya keliling desa-desa, mereka bertemu aktivitas anak sekolah di desa yang katanya libur 5 bulan.

"Ketika kami keliling desa, kami lihat anak-anak di desa sudah libur 5 bulan. Libur, bayangkan, libur tanpa pakai program. Kalau libur pakai program masih lumayanlah. Ini libur tanpa arah," kata Cak Imin.

Lebih lain lagi beritanya di Jombang, tempat kelahiran Cak Imin. Kabarnya, di sana ada sebuah kabar menarik tentang siswa didik yang mencari sinyal internet sampai dapatnya di kuburan.

Baca juga: Ibu Kota Jakarta Masuk Zona Hitam COVID-19?

Gara-gara itu, Cak Imin jadi teringat sebuah guyonan tentang adanya sinyal di kuburan. "Ketika wifi belum ditemukan, itu memang menggunakan kuburan untuk mengambil sinyal langit," kata Cak Imin.

Lain di Jombang, lain lagi rupanya cerita sekolah daring di Nusa Tenggara Barat (NTB). Di salah satu daerah di sana, kata Cak Imin, ada siswa yang mencoba mendapatkan sinyal dengan menaiki pohon.

"Ini darurat pendidikan Indonesia seperti ini, saya bilang kepada Telkomsel. Waktu itu Menteri BUMN mau bikin pemancar, apa itu istilahnya, ya, base transceiver station (BTS)," kata Cak Imin.

Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Widji Ananta

Berita Terkait: