Pantau Flash
Greysia/Apriyani Raih Gelar Juara Thailand Open 2021
Semeru Berstatus Waspada, Warga Diimbau Tak Beraktivitas Radius 1 Km
Jelang MotoGP Mandalika, Sandiaga Pastikan Homestay di Desa Wisata Gerupuk Siap
Bamsoet Ajak Pemerintah dan Masyarakat Bahu Membahu Atasi Bencana Alam
Keok di Partai Puncak, Praveen/Melati Jadi Runner Up Thailand Open 2021

Polisi Periksa HRS, Menantu, hingga Biro Hukum FPI Besok

Headline
Polisi Periksa HRS, Menantu, hingga Biro Hukum FPI Besok Habib Rizieq Shihab. (Foto: Antara)

Pantau.com - Polda Metro Jaya akan memeriksa pemimpin Front Pembela Islam (FPI) Habib Muhammad Rizieq Shihab (MRS), menantu Rizieq, Hanif Alatas, dan biro hukum FPI, Selasa, 1 Desember 2020.

Ketiganya akan diperiksa sebagai saksi terkait dugaan pelanggaran protokol kesehatan dalam kerumunan massa pada Sabtu malam, 14 November 2020 di Petamburan, Jakarta Pusat.

"Untuk jadwal besok, ada tiga yang kita periksa. Pertama ada biro hukum dari FPI inisial AY. Kemudian kedua menantu dari MRS inisial HA, ketiga saudara MRS, juga besok kita jadwalkan pemanggilan," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus di Mapolda Metro Jaya, Senin (30/11/2020).

Baca juga: Mahfud kepada HRS: Kalau Sehat, Tentu Tidak Keberatan Diperiksa Aparat

Yusri berharap, Habib Rizieq dan para saksi lain yang akan diperiksa bisa memenuhi panggilan Polda Metro Jaya sebagai bentuk ketaatan warga negara kepada hukum.

Mantan Kabid Humas Polda Jabar itu mengatakan, Senin ini ada empat orang saksi terkait kasus Petamburan yang akan diperiksa. Namun ada satu orang yang berhalangan hadir dan akan dipanggil lagi untuk diperiksa Selasa esok.

"Mudah-mudahan ketiga orang dan satu hari ini nggak bisa untuk hadir, kita rencanakan besok untuk penuhi panggilan penyidik. Kita warga Indonesia, harus taat terhadap hukum," imbau Yusri.

Penyidik Polda Metro Jaya, Minggu, 29 November 2020 telah mendatangi kediaman MRS di Petamburan untuk melayangkan surat panggilan kepada Habib Rizieq sebagai saksi kasus kerumunan massa di Petamburan. Polda Metro Jaya telah meningkatkan status kasus dugaan pelanggaran protokol kesehatan kerumunan massa MRS dari penyelidikan ke penyidikan.

Baca juga: Diduga Tutupi Hasil Swab HRS, 4 Direktur RS Ummi Diperiksa Hari Ini

Selain di Polda Metro Jaya, Polda Jabar juga telah menaikkan status dugaan pelanggaran protokol kesehatan karena adanya kerumunan terkait acara HRS di Megamendung, Bogor, ke penyidikan.

Dua kasus pelanggaran protokol kesehatan berupa kerumunan massa yang menyeret nama MRS sudah dinaikkan statusnya dari penyelidikan ke penyidikan. Dengan demikian artinya penyidik menemukan adanya unsur pelanggaran pidana.

Dalam kasus ini, penyidik menduga telah terjadi pelanggaran Pasal 14 ayat 1 Undang-Undang nomor 4 Tahun 1984 tentang Wabah Penyakit Menular. Kemudian Pasal 93 Undang-Undang Nomor 6 tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan dan Pasal 216 KUHP.

Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Widji Ananta
Penulis
Noor Pratiwi

Berita Terkait: