Pantau Flash
Doni Primanto Joewono Terpilih Jadi Deputi Gubernur BI
Kasus Positif COVID-19 Jadi 76.981, Nol Kasus Baru di Sembilan Provinsi
Kelly Preston Istri dari John Travolta Meninggal Dunia
Penyanyi Rap Lil Marlo Ditemukan Tewas dengan Luka Tembak
Kinerja Industri Pengolahan Triwulan II-2020 Anjlok

Ridwan Kamil Sebut pada Jumat 29 Mei, Jabar Tidak Ada Zona Merah COVID-19

Ridwan Kamil Sebut pada Jumat 29 Mei, Jabar Tidak Ada Zona Merah COVID-19 Gubernur Jawa Barat (Jabar) M Ridwan Kamil atau Kang Emil. (Dok Humas Pemprov Jabar)

Pantau.com - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil atau Kang Emil mengklaim per Jumat, 29 Mei 2020 sudah tidak ada lagi zona merah COVID-19 di wilayah Jawa Barat sehingga penyebaran virus korona di wilayah ini terkendali.

"Jadi saya ulangi, di Jawa Barat hari ini nol zona merah, 12 zona kuning dan 15 zona biru," kata Emil saat menggelar jumpa pers di Gedung Negara Pakuan Kota Bandung, Jumat (29/5/2020).

Baca juga: Kang Emil Minta Polri/TNI Perketat Aktivitas Warga Jabar Jelang Lebaran

Kang Emil mengatakan sebelumnya ada tiga daerah yakni Kota Cimahi, Kabupaten Bekasi, dan Kota Bekasi masuk zona merah namun per hari ini ketiga daerah tersebut sudah tidak lagi masuk ke dalam zona merah.

"Jadi yang tadinya ada tiga zona merah, Kota Bekasi, Kabupaten Bekasi, Kota Cimahi sudah tidak masuk zona merah tapi masuk zona kuning. Yang tadinya zona biru level dua hanya lima daerah, sekarang ada 15," katanya.

Ia mengatakan jika dipresentasekan zona biru level dua sebanyak 60 persen, kemudian yang masuk di zona kuning sekitar 40 persen.

Dikatakannya karena dalam kriteria ilmiahnya zona yang masuk level dua dikategorikan sebagai daerah dengan penyebaran COVID-19 yang terkendali, maka 60 persen daerah yang zona biru inilah yang diberi izin untuk melakukan the new normal.

"Kami di Jabar menyepakati istilahnya adalah AKB, adalah Adaptasi Kebiasaan Baru. Jadi 60 persen yang level dua biru akan melakukan AKB, kemudian yang 40 persen yang zona kuning,  kami tetap waspada tidak mengendurkan pengawasan," kata dia.

"Maka yang 40 persen zona kuning atau 12 kota kabupaten, kami tetap merekomendasikan untuk melakukan PSBB," lanjut Kang Emil.

Baca juga: Ridwan Kamil: PSBB Jabar Dilanjutkan Secara Proporsional di Kabupaten/Kota

Lebih lanjut ia mengatakan di dalam menentukan level kewaspadaan, pihaknya melakukan pengujian melalui sembilan indeks yang dilakukan para akademisi.

"Jadi ada sembilan kriteria yang harus diukur yaitu laju ODP, laju PDP, laju kasus positif, laju kematian, laju kesembuhan, laju reproduksi COVID-19, laju transmisi, laju pergerakan lalu lintas dan manusia, dan risiko geografis yang memang beda-beda," katanya.

Ia menambahkan pemeriksaan melalui sembilan indeks ilmiah itu, melahirkan lima level kewaspadaan, yakni level lima berupa zona hitam yang paling parah, level empat zona merah, level tiga zona kuning, level dua zona biru, dan level satu zona hijau.

Tim Pantau
Editor
Adryan Novandia

Berita Terkait: