Pantau Flash
Satgas Laporkan 5.910.921 Jiwa Warga Indonesia Telah Mendapatkan Vaksinasi Lengkap
Polisi Libatkan Interpol Buru Pria Mengaku Nabi ke-26
Kanada Kembali Laporkan Kasus Pembekuan Darah Akibat Vaksin AstraZeneca
Penerima Vaksin COVID-19 Bertambah 95.060 Menjadi Total 10.801.244 Orang
Fly Over Cakung Bakal Uji Coba Perdana pada 19 hingga 21 April

Satu Tahun Covid-19 di Indonesia, Ini 5 Fakta Menarik di Awal Kemunculannya

Headline
Satu Tahun Covid-19 di Indonesia, Ini 5 Fakta Menarik di Awal Kemunculannya ilustrasi virus korona (Foto: Istimewa)

Pantau.com - Sejak ditemukan kasus pertama Covid-19 di Indonesia pada Maret 2020, itu berarti saat ini sudah genap satu tahun virus itu berada di negeri ini. 

Sejak kemunculan kasus pertama yang mengejutkan publik tersebut, kini sudah lebih dari 1 juta orang positif yang terjangkit virus Covid-19.

Segala bentuk penanganan yang dilakukan pemerintah untuk menekan angka penyebaran pun sudah dilakukan. Upaya pemerintah terus ditingkatkan untuk mencegah lebih banyak jatuh korban akibat Covid-19 ini.

Baca juga: RI Dapat 4 Jenis Vaksin COVID-19, Menkes Budi: Kita Beruntung Bisa Dapat Duluan

Meskipun demikian, ada fakta-fakta menarik untuk ditelisik bagaimana virus yang diduga berasal dari Wuhan, China, itu sampai di Tanah Air. 

Berikut beberapa fakta kemunculan dan penyebaran virus Covid-19 di Indonesia:

1. Berawal dari Pesta Dansa

Seperti yang diketahui bahwa kasus pertama dan kedua Covid-19 muncul dari Kota Depok, Jawa Barat. Kasus pertama yang menjangkit seorang wanita berusia 31 tahun dan ibunya yang berusia 64 tahun itu menggegerkan masyarakat Indonesia.

Kasus pertama diawali dengan pesta dansa di klub Paloma & Amigos yang diikuti oleh para peserta dari berbagai negara. NT yang merupakan kasus pertama ini mengikuti kegiatan pesta dansa di klub tersebut bersama WNA asal Jepang yang merupakan sumber penyebaran virus Covid-19.

Proses penularan NT pun berawal dari hubunganya yang sangat dekat dengan WNA asal Jepang tersebut. WNA asal Jepang tersebut baru diketahui positif Covid-19 setelah sampai di Malaysia. Sejak saat itu pemerintah Indonesia mulai men-tracing setiap orang yang melakukan kontak dengan WNA asal Jepang tersebut. Setelah dinyatakan positif Covid-19, ibu dari NT ikut dinyatakan sebagai kasus kedua yang terjangkit Covid-19.

2. Respons Pemerintah

Setelah kasus pertama ditemukan di Kota Depok, Jawa Barat, Presiden Joko Widodo langsung menunjuk 100 rumah sakit sebagai rujukan penanganan Covid-19. 

Pemerintah pusat mengeluarkan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) untuk seluruh wilayah di Indonesia. Tak hanya menerapkan PSBB untuk dalam negeri, Pemerintah Pusat lalu segera menutup pintu kedatangan WNA yang ingin masuk ke Indonesia.


3. Kepanikan Gedung BRI II Jakarta

Saat kasus pertama dan kedua dipublikasikan oleh Presiden Joko Widodo, kepanikan mulai muncul di beberapa kota besar, salah satunya di Jakarta.

Kepanikan bermula setelah kabar yang belum diketahui jelas sumbernya tersebar di gedung BRI II Sudirman, Jakarta Pusat. Kabar yang beredar adalah salah satu pegawai yang bekerja di lantai 19 terjangkit Covid-19. Kabar tersebut pun cepat menyebar luas di kalangan karyawan yang bekerja di gedung BRI II. 

Kepanikan semakin bertambah setelah pihak pengelola gedung dan setiap kantor yang berada di gedung BRI II menginstruksikan untuk setiap pegawai wajib menggunakan masker kemanapun mereka pergi.

Baca juga: Kasus COVID-19 di Kota Bogor Capai 12.131, Lampaui Perkiraan

4. Cepatnya Penyebaran Virus dan Terjadi Panic Buying

Sejak bulan Maret tahun 2020 ditemukan kasus pertama dan kedua yang merupakan seorang ibu dan anak di Kota Depok, persebaran virus Covid-19 di Indonesia sangat cepat.

Lonjakan kasus positif Covid-19 yang sangat signifikan membuat beberapa provinsi dan daerah menjadi zona merah persebaran. Akibat dari persebaran virus yang sangat cepat, banyak aktivitas dari beberapa daerah lumpuh. 

Pemerintah Pusat pun menciptakan kebijakan Pembatasan Sosial Bersekala Besar guna menekan angka persebaran Covid-19, akan tetapi kebijakan tersebut pun menciptakan panic buying di kota-kota besar.


5. Dua Kasus Pertama yang Sembuh

Kabar baik muncul di tengah-tengah kepanikan masyarakat. Pasien 06 dan pasien 14 dinyatakan sembuh oleh Menkes saat itu, Terawan Agus. 

Menurut Juru Bicara Pemerintah untuk Penanggulangan Covid-19, Achmad Yurianto, pasien 06 dan pasien 14 ini menunjukkan gejala kesembuhan. Dari dua pemeriksaan terakhir, pasien 06 dan pasien 14  sudah menunjukkan hasil negatif.

Dengan adanya berita kesembuhan pasien 06 dan pasien 14, pemerintah yakin ada angin segar dalam penanganan Covid-19 di Indonesia.

Tim Pantau
Editor
Adryan Novandia
Penulis
Syahrul

Berita Terkait: