Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Ekonomi

Bulog Perkuat Stok MinyaKita hingga 100 Ribu Ton untuk Antisipasi Lonjakan Permintaan Ramadhan dan Lebaran 2026

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

Bulog Perkuat Stok MinyaKita hingga 100 Ribu Ton untuk Antisipasi Lonjakan Permintaan Ramadhan dan Lebaran 2026
Foto: (Sumber: Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani (tengah), menjawab pertanyaan awak media di Jakarta, Sabtu (21/2/2026). ANTARA/Harianto.)

Pantau - Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani memperkuat stok minyak goreng rakyat merek MinyaKita hingga 100 ribu ton selama Ramadhan hingga Lebaran Idul Fitri 1447 Hijriah/2026 Masehi guna menjaga pasokan tetap aman selama periode Hari Besar Keagamaan Nasional.

Rizal menyampaikan telah menginstruksikan jajaran direksi untuk mempercepat koordinasi dengan produsen minyak goreng agar pasokan domestic market obligation kepada Bulog dapat ditingkatkan.

"Kami sudah perintahkan tadi ke Direktur Bisnis Bulog Febby Novita untuk segera menghubungi masing-masing produsen minyak untuk mendorong DMO-nya lebih banyak lagi ke Bulog di bulan Ramadhan dan menjelang Lebaran ini," ujarnya.

Kebutuhan MinyaKita selama Ramadhan dan menjelang Lebaran diperkirakan meningkat hingga dua kali lipat bahkan tiga kali lipat dibandingkan bulan normal karena meningkatnya aktivitas memasak masyarakat.

Sebelumnya Bulog menerima pasokan sekitar 60 ribu ton per bulan namun realisasi pada Februari baru mencapai 45 ribu ton sehingga masih terdapat kekurangan signifikan.

"Nanti kita maksimalkan kalau bisa 90.000 ton lah atau 100.000 ton lah untuk kebutuhan Ramadhan dan Idul Fitri," ungkapnya.

Dengan penguatan stok hingga 100 ribu ton, Bulog memastikan kebutuhan minyak goreng rakyat di berbagai daerah tetap terpenuhi dengan harga eceran tertinggi Rp15.700 per liter.

Harga tebus dari gudang Bulog ditetapkan Rp14.500 per liter sehingga terdapat selisih Rp1.200 per liter sebagai margin wajar bagi pengecer.

Kebijakan distribusi MinyaKita mengacu pada Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 43 Tahun 2025 tentang Minyak Goreng Sawit Kemasan dan Tata Kelola Minyak Goreng Rakyat yang mengatur penugasan domestic market obligation sebesar 35 persen dari total nasional.

Penugasan distribusi kini diberikan kepada BUMN yakni Bulog, ID FOOD, dan Agrinas Palma menggantikan skema sebelumnya yang melibatkan pihak swasta.

Penyaluran MinyaKita tidak lagi melalui distributor melainkan langsung dari Bulog, ID FOOD, dan Agrinas Palma kepada pengecer di pasar-pasar SP2KP.

Rizal berharap optimalisasi stok mampu menjaga ketersediaan MinyaKita di pasaran sehingga tidak terjadi kelangkaan maupun lonjakan harga selama Ramadhan dan Lebaran.

"Sehingga daerah-daerah tidak kekurangan lagi stok Minyakita," tegasnya.

Penulis :
Gerry Eka