Pantau Flash
Duh, Kepulauan Riau Kekurangan Ventilator untuk Pasien COVID-19
Bamsoet Apresiasi Penetapan Tersangka Kebakaran Gedung Kejagung
Kasus Baru COVID-19 Per 24 Oktober Bertambah 4.070, Total 385.980
Sertifikasi Halal bagi Pelaku UMKM Tidak Dipungut Biaya Alias Gratis
DPD KAI Laporkan Tri Rismaharini kepada Mendagri Tito Karnavian

Sindir Isu Papua, Vanuatu Diserang Netizen Indonesia dengan Komentar Rasis

Headline
Sindir Isu Papua, Vanuatu Diserang Netizen Indonesia dengan Komentar Rasis Komentar negatif netizen Indonesia di Instagram Vanuatu. (Foto: Instagram/vanuatuisland)

Pantau.com - Perbicangan mengenai isu pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) di Papua yang dilontarkan PM Vanuatu pada Sidang Majelis Umum PBB belum selesai juga. Kali ini, netizen Indonesia menyerang Instagram negara itu dengan komentar berbau rasis, bahkan menghina budaya Vanuatu.

Akibat komentar negatif tersebut, akun Instagram Vanuatu @vanuatuisland yang mempromosikan travel di negeri itu sampai menutup kolom komentarnya pada dua postingan terakhirnya. 

Baca juga: Vanuatu Sindir Isu HAM Papua, Indonesia: Anda Bukan Perwakilan Warga Papua

Dalam sebuh foto yang menampilkan perempuan Vanuatu sedang menari di laut dengan baju tradisional The Nekowiar, netizen Indonesia malah ramai-ramai meledek perempuan tersebut dengan komentar yang tidak patut. Mereka bahkan menyebut orang-orang Vanuatu sebagai budak Australia. "Hi australian slave..." ujar seorang netizen. "Culture of bulshit," kata netizen lain, seperti dilihat Pantau.com, Selasa (29/9/2020).

Ada banyak komentar lain yang bahkan menghina fisik orang-orang Vanuatu, meledek baju tradisional, bahkan meninggalkan komentar untuk tidak mengunjungi negara itu. Tidak sampai disitu, dalam sebuah foto yang memperlihatkan anak-anak Vanuatu, netizen Indonesia juga meninggalkan komentar menghina. "Potret anak-anak kurang gizi," kata salah satu netizen.

Serangan netizen Indonesia ini merupakan buntut dari sindiran Vanuatu di Sidang Majelis Umum PBB yang membahas tentang pelanggaran HAM di Papua. Pemerintah Indonesia menegaskan bahwa Vanuatu bukan perwakilan warga Papua, saat menyampaikan hak jawab atas tuduhan pelanggaran HAM yang dilontarkan negara Pasifik itu terhadap Indonesia.

“Anda bukanlah representasi dari orang Papua, dan berhentilah berfantasi untuk menjadi salah satunya,” kata Silvany Austin Pasaribu, diplomat muda yang mewakili Indonesia menggunakan hak jawab, di Sidang Umum PBB, Sabtu, 26 September 2020.

Baca juga: Pelanggaran HAM Papua Diungkit Vanuatu, Syarief Buka Borok Soal Benny Wenda

Komentar negatif netizen Indonesia di Instagram Vanuatu. (Foto: Instagram/vanuatuisland)

Dalam rekaman video resmi PBB, Silvany menyebut Vanuatu memiliki obsesi yang berlebihan dan tidak sehat tentang bagaimana Indonesia harus bertindak atau memerintah negaranya sendiri.

“Kami menyerukan kepada Pemerintah Vanuatu untuk memenuhi tanggung jawab hak asasi manusia Anda kepada rakyat Anda dan dunia. Jadi sebelum Anda melakukannya, mohon simpan khutbah Anda untuk diri Anda sendiri,” ujar diplomat yang kini bertugas sebagai Sekretaris Kedua Fungsi Ekonomi pada PTRI New York.

Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Noor Pratiwi

Berita Terkait: