Pantau Flash
Luhut Klaim Sektor Pariwisata Bisa Pulih dalam 10 Bulan Akibat COVID-19
Kemnaker: Ada 1,7 Pekerja Terdampak Pandemi COVID-19
Kemenkes Tegaskan Imunisasi Harus Jalan Selama Pandemi Korona
Jusuf Kalla: Fatwa MUI DKI 2001 Perbolehkan Salat Jumat 2 Gelombang
Gugus Tugas: Skema Herd Immunity Butuh Waktu yang Lama

Tiga Kabupaten Terjangkit DBD, NTT Tetapkan 'KLB'

Headline
Tiga Kabupaten Terjangkit DBD, NTT Tetapkan 'KLB' Seorang anak berusia tiga tahun penderita demam berdarah dangue (DBD) sedang dirawat di salah satu ruangan di RSUD Prof WZ Johanes di Kota Kupang, NTT, Jumat (7/2/2020). ANTARA FOTO/Kornelis Kaha

Pantau.com - Dinas Kesehatan Provinsi Nusa Tenggara Timur melaporkan tiga kabupaten di provinsi tersebut mengumumkan status kejadian luar biasa (KLB) akibat semakin banyaknya pasien demam berdarah dengue (DBD) yang meninggal.

"Saat ini sudah ada tiga kabupaten yang sudah menetapkan status KLB, yakni Lembata, Sikka dan Kabupaten Alor," kata Kepala Dinas Kesehatan NTT Dominikus Minggu Mere kepada wartawan di Kupang, Minggu.

Baca juga: Musim Pancaroba, Shireen Sungkar Khawatir DBD 'Menyerang' Keluarganya

Dominikus mengatakan penetapan status KLB di tiga kabupaten itu setelah adanya laporan yang disampaikan terkait jumlah penderita dan pasien meninggal akibat DBD di tiga kabupaten itu lebih tinggi dibandingkan pada tahun sebelum.

Ia mengatakan saat ini jumlah penderita DBD di kabupaten Sikka sudah mencapai 433 kasus, Lembata 107 kasus dan Lembata 98 kasus.

"Untuk yang meninggal data terakhir hari Jumat (7/2) untuk kabupaten Sikka jumlahnya mencapai empat orang, kalau di Lembata satu orang dan di Alor dua orang," ujar dia.

Saat ini bantuan bagi tiga daerah yang sudah dalam status KLB itu sudah didistribusikan dan Dinas Kesehatan NTT mengirimkan dokter ahli anak, dokter ahli patologi klinis dan dokter ahli penyakit dalam, serta abate, plasma darah, dan dalmalatian untuk fogging (pengasapan).

"Pemerintah di tiga kabupaten itu juga sudah mengerahkan seluruh personelnya untuk penanganan kasus ini," ujar dia.

Saat ini untuk jumlah kasus DBD di NTT jumlahnya sudah mencapai 1.096 kasus dengan korban DBD yang meninggal mencapai 13 orang. Jumlah ini mengalami peningkatan dari sebelumnya yang hanya mencapai 903 orang dengan korban yang meninggal mencapai 12 orang.

Baca juga: Hati-Hati Nyamuk Aedes Aegypti Bukan Hanya Menghisap Saat Pagi Hari!

Sementara itu Pemerintah Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur menetapkan status waspada terhadap serangan penyakit demam berdarah dengue (DBD) yang telah mengakibatkan tiga anak di daerah ini meninggal dunia dan jumlah kasusnya mencapai 193 kasus.

"Serangan DBD di Kupang belum sampai pada tahap status KLB DBD. Penyebaran penyakit DBD masih pada level waspada," kata Kepala Bidang Pengendalian dan Penanggulangan Penyakit (P2P) Sri Wahyuningsih.

Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Reza Saputra
Penulis
Reza Saputra

Berita Terkait: