Utang Piutang Anies dengan Sandi Lunas karena Menang Pilgub DKI 2017

Headline
Sandi utang Anies Baswedan - pantau.comAnies Baswedan dan Sandiaga Uno. (Foto: Instagram/@sandiuno)

Pantau – Pengamat politik dari Universitas Paramadina, Hendri Satrio (Hensat), mengaku menelepon Anies Baswedan untuk menanyakan urusan utang piutang dengan Sandiaga Uno terkait Pilkada DKI 2017.

Berdasarkan penjelasan Anies, perjanjian itu sudah selesai.

Kepada Hensat Anies menceritakan komitmen dalam perjanjian itu. Apabila Anies-Sandi menang dalam Pilkada DKI 2017, maka utang Rp50 miliar itu dianggap selesai atau lunas. Sementara, jika Anies-Sandi kalah, maka Anies akan mengganti utang tersebut ke Sandi.

“Tujuannya untuk menjelaskan tentang utang piutang Sandi. Nah Sandi sudah mengatakan bahwa dia nggak mau diperpanjang dan dia ikhlaskan,” kata Hensat, Selasa (7/2/2023).

“Nah sebetulnya perjanjian itu bukan lunas, bukan diikhlaskan, tapi sudah selesai, karena perjanjiannya adalah kalau kalah Anies harus mengembalikan, kalau menang selesai perjanjiannya, dia tidak mengembalikan apa-apa,” sambungnya.

Hensat mengaku ditunjukkan isi perjanjian oleh Anies. Ia mengatakan Anies tidak terganggu dengan kehebohan isu tersebut.

“Ya gua lihat perjanjiannya, tapi nggak boleh disampaikan, saya ditunjukin. Anies nggak merasa terganggu, makanya yang disuruh bicara Hensat, karena sudah selesai perjanjiannya pada saat Anies menang pilgub. Jadi intinya itu bukan ikhlaskan, bukan lunas, tapi bahasanya selesai karena Anies-Sandi menang dalam Pilgub Jakarta,” tuturnya.

Hensat mengatakan Anies tidak mengetahui alasan isu tersebut diangkat belakangan ini. Hensat menduga hal itu untuk memperburuk citra Anies.

“Tapi kenapa hal ini diangkat tiba-tiba, ya nggak tahu mungkin ini untuk mengganggu atau mencitrakan Anies nggak komit, tapi Anies komit, perjanjian itu selesai dan perjanjian yang ada adalah setelah itu antara Anies dengan rakyat Jakarta,” ujarnya.

Seperti diketahui sebelumnya utang-piutang antara Sandiga dan Anies ini awalnya diungkap politikus Golkar Erwin Aksa di YouTube Akbar Faizal.

Erwin, yang kala itu menjadi pendukung Anies-Sandi di Pilgub DKI 2017, menceritakan uang tersebut dibutuhkan agar roda logistik lancar dalam memenangi kursi DKI-1. Dia menyebut surat perjanjian utang-piutang ini disusun Rikrik Rizkiyana, pengacara Sandiaga saat itu.

Tim Pantau
Penulis
Fadly