Pantau Flash
Luhut Klaim Sektor Pariwisata Bisa Pulih dalam 10 Bulan Akibat COVID-19
Kemnaker: Ada 1,7 Pekerja Terdampak Pandemi COVID-19
Kemenkes Tegaskan Imunisasi Harus Jalan Selama Pandemi Korona
Jusuf Kalla: Fatwa MUI DKI 2001 Perbolehkan Salat Jumat 2 Gelombang
Gugus Tugas: Skema Herd Immunity Butuh Waktu yang Lama

Sering Dianggap Sepele, Sebaiknya Kenali Gejala Batuk Sebelum Terlambat

Headline
Sering Dianggap Sepele, Sebaiknya Kenali Gejala Batuk Sebelum Terlambat Ilustrasi batuk (Foto: Pixabay)

Pantau.com - Banyak yang menganggap batuk adalah gejala ringan yang bisa sembuh dengan sendirinya, padahal batuk bisa menjadi tanda atau gejala awal potensi penyakit ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Akut) bahkan korona. Oleh karena itu, sebaiknya kenali gejala batuk agar tidak berakibat fatal.

Batuk merupakan reaksi tubuh terhadap benda asing yang masuk ke dalam sistem pernapasan. Selain sebagai respon terhadap masuknya benda asing ke saluran pernapasan, batuk juga bisa merupakan gejala dari penyakit tertentu. Setiap jenis batuk memiliki gejala yang berbeda. Seperti yang disebutkan oleh American Lung Association, gejala batuk bisa dimulai dari tenggorokan kering dan gatal, sakit tenggorokan saat menelan makanan, nyeri pada tubuh, menggigil, demam, sakit kepala, mual atau muntah, hidung beringus, dan berkeringat di malam hari.

Baca juga: Anak Marissa Nasution Sempat Demam dan Batuk-batuk, tapi Ternyata...

Apabila gejala berlangsung kurang dari 2-3 minggu dinamakan batuk akut. Sedangkan batuk yang tak berhenti selama 3 sampai 8 minggu, maka Anda terjangkit penyakit batuk sub-akut. Sementara, keadaan batuk berkepanjangan yang lebih parah lagi adalah batuk kronis. Periode gejala batuk kronis dapat berlangsung lebih dari 8 minggu.

Siapa pun berisiko terserang batuk karena faktor penyebabnya yang mudah ditemui di lingkungan sehari-hari. Infeksi penyebabnya dapat ditularkan dengan mudah melalui kontak fisik dengan penderita secara langsung maupun tidak. Batuk perlu dikhawatirkan ketika gejala berlangsung hingga berminggu-minggu. Kondisi ini menandakan adanya gangguan kesehatan yang serius dan memerlukan penanganan medis sesegera mungkin.

Jika Anda sudah mulai mengalami gejala batuk segera atasi dengan OB Herbal, obat batuk herbal yang sudah terstandar (OHT) dan juga halal. OB Herbal efektif meredakan batuk dan melegakan tenggorokan, karena sudah teruji secara ilmiah di laboratorium farmakologi dan toksikologi fakultas farmasi Universitas Gadjah Mada. Selain itu, OB Herbal di produksi dengan standar GMP / CPOTB  dengan menggunakan teknologi ekstraksi Quadra Extraction System sehingga menghasilkan produk yang terjamin mutu dan kualitasnya serta dapat di pertanggung jawabkan secara ilmiah.


OB Herbal di formulasikan dari bahan bahan herbal seperti jahe, akar manis, jeruk nipis, daun thymi, madu, daun mint, kencur dan biji pala, tanpa alkohol dan tidak menyebabkan kantuk. 

Jahe merupakan tanaman herbal yang dipercaya mampu meredakan batuk dan meningkatkan daya tahan tubuh. Menurut penelitian yang dilakukan oleh Bing-Hung dkk pada 2009, menyatakan rimpang jahe berpotensi menghambat reaksi alergi melalui penurunan tingkat degranulasi sel mast. Rimpang jahe juga mampu menghambat sintesis sitokin pro-inflamasi seperti IL-1, TNF-α, dan IL-8, sehingaa efektif meredakan radang pada tenggorokan/saluran pernafasan.

Sementara akar manis memiliki fungsi efektif mengatasi inflamasi di tenggorokan dan juga mengatasi radang di tenggorokan. Selain itu akar manis juga mengandung glycyrrhhizin, glycyrrhetic acid, liquiritin dan isoliquiritin. Menurut sumber penelitian bahwa glycyrrhizin dan liquiritin efektif dalam menghambat replikasi virus korona, SARS-Cov, liquiritin juga efektif sebagai anti-virus yang secara signifikan dapat menghambat transkripsi SARS-Cov-2.

Mengutip laporan dari South China Morning Post pada (16/5/2020), peneliti dari Peking University dan Academy Military Science menemukan bahwa Akar Manis/Licoirice mengandung senyawa yang disebut liquiritin yang bisa menjadi kandidat untuk mengobati COVID-19. Liquiritin memiliki aktivitas antioksidan dan antiinflamasi yang berperan dalam meningkatkan daya tahan tubuh. Liquiritin dapat menghambat replikasi strain virus baru, SARS-Cov-2, dalam sel Vero - cell line yang dikembangkan dari hewan Kera. Liquiritin dapat mencegah replikasi strain virus dengan cepat di dalam sel hewan, sehingga liquiritin potensial sebagai kandidat kompetitif untuk perawatan pasien COVID-19.

Baca juga: Selain Batuk dan Demam, Ini Gejala Terjangkit Virus Korona

Bagi anak-anak, juga tersedia OB Herbal junior yang terbuat dari 100 persen bahan herbal, yaitu jahe, akar manis, jeruk nipis, kencur, thymi, daun mint dan biji pala. Dilengkapi pula dengan madu dan meniran yang tak hanya meredakan batuk, tetapi juga mampu menjaga daya tahan tubuh si kecil.

Jadi gak perlu ragu lagi untuk mengonsumsi OB Herbal satu-satunya obat batuk herbal yang sudah terstandar dan juga halal pastinya.

OB Herbal dan OB Herbal junior bisa didapatkan di Tokopedia, Shopee atau klik di sini.



Tim Pantau
Editor
Gilang K. Candra Respaty

Berita Terkait: