Pantau Flash
PSG Tolak Tawaran Barcelona untuk Neymar
Amnesty International Desak Presiden Jokowi Ambil Alih Kasus Novel
BPPT: Gempa Megathrust Magnitudo 8,8 Berpotensi di Selatan Pulau Jawa
Wadah Pegawai KPK Kecewa dengan Hasil Investigasi TPF Kasus Novel
Penyuap Romahurmuziy Dituntut 3 Tahun Penjara dan Ditolak Jadi JC

13 Tahun Lalu, Kenangan Pahit yang Tak Terlupakan di Ujung Karir Zidane

Headline
13 Tahun Lalu, Kenangan Pahit yang Tak Terlupakan di Ujung Karir Zidane 13 tahun tragedi tandukkan Zidane. (Foto: Istimewa)

Pantau.com - Final Piala Dunia 2006 menyisakan kisah pahit bagi Zinedine Zidane dan Marco Materazzi, tepatnya pada 10 Juli 2006. Insiden tandukan Zidane ke dada Materazzi tak akan pernah dilupakan oleh semua orang.

Laga final Piala Dunia 2006 antara Perancis kontra Italia merupakan kontroversi sepakbola terbesar yang pernah ada. Ketika pertandingan mendekati puncaknya, Zidane mengamuk secara tiba-tiba dan langsung menanduk dada Materazzi di tengah babak perpanjangan waktu.

Kapten tim Perancis itu menghajar Marco Materazzi karena diduga melemparkan kata-kata cacian yang tidak pantas kepadanya.

Tandukkan Zidane ke Materazzi. (Foto: Getty Images)

Insiden tersebut tak diketahui wasit utama Horacio Elizondo, ia hanya mendapatkan informasi dari asisten keempatnya. Sang pengadil pun tanpa ragu langsung mengeluarkan kartu merah kepada Zidane.

Kartu merah itupun menjadi yang kelima sepanjang karir Zidane. Ia menjadi pemain yang diusir dalam dua turnamen Piala Dunia, sebelumnya pria berkepala plontos itu pernah juga diusir ketika mentas di Piala Dunia 1998.

Final Piala Dunia itu menjadi penutup karir Zidane yang tak ingin dikenang sepanjang hidupnya. Memang sebelumnya, mantan pemain Juventus dan Real Madrid itu sudah merecanakan gantung sepatu usai Piala Dunia 2006.

Baca juga: Cedera Aneh Pesepakbola yang Tak Terlupakan Dunia

Walaupun itu bukan kali pertama Zidane mengumumkan akan gantung sepatu dari dunia sepakbola internasional. Ia pernah memutuskan pensiun dari Les Blues pada Agustus 2004. Namun, dua tahun kemudian dirinya ingin membantu negaranya kembali merebut trofi paling prestisius tersebut.

Zidane terusir ketika pertandingan menyisakan 10 menit waktu tambahan. Para pemain Perancis berupaya meraih kemenangan ketika kedudukan imbang 1-1. Laga penuh gengsi itu pun diakhiri lewat drama adu penalti, Italia pun sukses keluar sebagai juara dunia.

Zidane diusir karena melakukan tindakan yang tak pantas. (Foto: Sportbible)

Alasan Zidane Menanduk Materazzi

Insiden terkenal itu menimbulkan berbagai macam spekulasi. Ada yang mengatakan Materazzi melontarkan suatu kalimat tentang keluarga Zidane yang dicap teroris. Materazzi mengatakan perselisihan dimulai ketika ia ingin menghentikan Zidane ketika memperebutkan bola.

Materazzi sendiri mengaku meminta maaf kepada kapten Perancis tersebut, hanya saja Zidane tidak bisa menerima permintaan maaf dari mantan pemain Inter Milan tersebut. Sehingga Zidane langsung menanduk dada bek Italia itu  karena mengucapkan “Saya lebih suka dengan seorang pelacur dan itu adalah kakak Anda."

Zidane menyadari kalau ia melewatkan momen juara dunia, karena apa yang dilakukan Materazzi terlalu menyakitkan. Provokasi itu datang bukan sekali saja, tapi sebelum-sebelumnya juga hingga pria yang kini melatih Real Madrid itu kehilangan kesabaran.

Butuh waktu dua tahun bagi Zidane untuk mengungkapkan fakta itu. Ia mengungkapkan dirinya diprovokasi dengan kata-kata tidak pantas yang diduga menyinggung ibunya. Tak hanya itu, ia juga sempat dihina dengan sebutan ‘anak pelacur teroris’.

Meski mengalami insiden yang tak terlupakan itu, Zidane dan kawan-kawannya mendapatkan sambutan hangat bak pahlawan sejati di Prancis. Kejadian menanduk Materazzi tidak merusak prestasi dan kontribusi pemain yang berposisi sebagai gelandang serang itu.

Patung yang diberi nama Coup de Tete. (Foto: AP)

Dibuatkan Patung Khusus

Adel Abdessemed, seorang seniman kelahiran Aljazair, berhasil mengabadikan tandukan Zidane yang terkenal itu. Adel menciptakan patung yang terbuat dari perunggu setinggi 16 kaki.

Patung itu berdiri pada Oktober 2013 dengan terletak di Paris tepatnya di luar museum seni Pompidou. Kemudian patung itu dibeli oleh Otoritas Museum Qatar.

Sejumlah laporan media menyebut patung yang dikenal dengan nama Coup de Tete atau tandukan ini akan disimpan bersama karya Abdessemed lainnya di Museum Seni Modern Arab.

Share this Post:
Tim Pantau
Sumber Berita
Dari berbagai sumber
Editor
Widji Ananta
Penulis
Tatang Adhiwidharta
Reporter
Willa Wildayanti
Category
Olahraga

Berita Terkait:



Komentar

  1. PROMO TERDAHSYAT & NO TIPU2 DARI SITUS BOLA165 ( AGEN JUDI BOLA TERPERCAYA ) *BONUS NEW MEMBER UP TO 2jt *BONUS NEXT DEPOSIT UP TO 1jt BISA DI KLAIM BERKALI-KALI DALAM SEHARI *BONUS HADIR MINGGUAN 100rb *BONUS ROLLINGAN CASINO 0,5 % & SPORTBOOK 0,8% *CASHBACK CASINO & SPORTBOOKS 5% *BONUS TURNOVER IDN POKER UP TO 0,6% Silahkan Langsung ke TKP : https://sport165.com/ , whatsapp : +6282122629282 / +6287741757139

  2. silahkan kunjungi di www.qqharian.com atau bisa hub.wa kami = +6282122629282/+6281381993278 yahh guys. . . .