Pantau Flash
Penyitaan Narkoba Terbesar di Malaysia: 3,7 Ton Senilai USD161 Juta
Sebelum Ada BBM 1 Harga, Premium di Nusa Ceningan Bali Rp10.000 per Liter
Dirut BPJS Kesehatan Bicara Soal Iuran: Kita Menyesuaikan dengan Hitungan
Jembatan George Washington Ditutup Setelah Ada Ancaman Bom
BMKG Sebut Ada 151 Titik Panas Karhutla di Kalimantan Barat

Aturan Baru Paus Fransiskus Usai Kasus Pelecehan Uskup Terungkap

Aturan Baru Paus Fransiskus Usai Kasus Pelecehan Uskup Terungkap Paus Fransiskus. (Foto: AP/Kamran Jebreili via ABC News)

Pantau.com - Paus Fransiskus melakukan perubahan besar dalam hukum Gereja Katolik pada hari Kamis, 9 Mei 2019, dengan meminta pertanggungjawaban para uskup yang terlibat pelecehan seksual atau yang menutupinya.

Melansir ABC News, Jumat (10/5/2019), ia juga membuat pelaporan wajib bagi para uskup dan mengizinkan siapa saja untuk melapor langsung ke Vatikan jika diperlukan.

Keputusan kepausan, yang mencakup pelecehan anak-anak dan orang dewasa, itu juga mewajibkan setiap keuskupan Katolik di dunia untuk membuat sistem pelaporan yang sederhana dan mudah diakses, serta mendorong gereja lokal untuk melibatkan para pakar dalam penyelidikan.

Keputusan tersebut adalah ketentuan kepausan kedua sejak pertemuan puncak tentang penyalahgunaan oleh para uskup gereja senior di Vatikan pada bulan Februari.

Gereja diguncang oleh berita tentang hukuman atas tuduhan pelecehan seksual terhadap kardinal Australia George Pell, pemuka agama tertinggi di kelembagaan Vatikan yang dihukum.

Baca juga: Ini Janji Paus Fransiskus Usai Kasus Besar Pelecehan Seksual di Gereja Terungkap

Para uskup hadiri konferensi Vatikan tentang penanganan pelecehan seksual oleh pastor awal tahun ini. (Foto: AP/Giuseppe Lami via ABC News)

Ini adalah upaya terbaru oleh Paus Fransiskus untuk menanggapi banyaknya pelecehan seks secara global dan skandal menutup-nutupi yang telah menghancurkan kredibilitas hierarki Katolik dan kepausannya sendiri.

Dan itu memberikan kerangka hukum baru yang bisa digunakan para uskup AS di saat bulan depan, mereka bersiap untuk mengadopsi langkah-langkah pertanggungjawaban untuk menanggapi skandal di sana.

"Kami telah mengatakan selama bertahun-tahun bahwa para imam harus mematuhi aturan ketat tertentu, jadi mengapa para uskup dan yang lainnya dalam hierarki tidak boleh melakukan hal yang sama?," kata Kardinal Marc Ouellet, kepala kantor Vatikan untuk para uskup.

"Ini bukan hanya hukum, tetapi tanggung jawab yang mendalam," tambahnya.

Aturan itu menetapkan batas waktu untuk investigasi lokal dan tanggapan Vatikan terhadap mereka dan memungkinkan untuk pelaporan surut.

Baca juga: Ini Pesan Tak Terduga Paus Fransiskus ke Komunitas Katolik di Maroko

Aturan itu juga menyebut para uskup dengan konflik kepentingan harus mengundurkan diri dari penyelidikan dan mereka juga bisa dimintai pertanggungjawaban atas penyalahgunaan kekuasaan dalam hubungan seksual dengan orang dewasa.

Keputusan 19-artikel, yang disebut Vos Estis Lux Mundi (Anda Adalah Cahaya Dunia), itu menaikkan usia dewasa dalam kasus pelecehan seksual dari 16 menjadi 18 tahun. Hal itu juga mencakup kepemilikan pornografi anak.

Keputusan itu mengatakan para pejabat Gereja setempat tidak bisa memerintahkan mereka yang melaporkan pelecehan tetap diam dan bahwa para uskup senior harus membuat ketentuan untuk mencegah dokumen dihancurkan oleh bawahan jika diperlukan.

Pemuka agama Katolik harus mengikuti hukum setempat tentang apakah mereka wajib melaporkan dugaan pelecehan seksual kepada otoritas sipil.


Share this Post:
Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Noor Pratiwi
Category
Internasional

Berita Terkait: