Pantau Flash
Bamsoet: Ada Tiga Partai Belum Setuju Amandemen UUD Hanya untuk GBHN
Mentan SYL Bakal Isolasi Daerah yang Terjangkit Virus Hog Cholera
Ada Transaksi Bisnis 22,63 Triliun dalam Ajang ISEF 2019
Setelah Ahok, Kini Giliran Mantan Komisioner KPK Temui Erick Thohir
Indra Sjafri Coret Empat Pemain Timnas U-22

Bareskrim Telusuri Akun Medsos Penyebar Hoax Kerusuhan Wamena

Bareskrim Telusuri Akun Medsos Penyebar Hoax Kerusuhan Wamena Kerusuhan di Wamena (Foto: Istimewa)

Pantau.com - Kerusuhan yang terjadi di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua, disebut dilatari kabar hoax isu rasisme yang dilontarkan guru kepada muridnya. Guna mengungkap kasus itu, Direktorat Tindak Pidana Siber Badan Reserse Kriminal Polri akan mendalami akun media sosial penyebar konten hoax tersebut. 

"Yang mereka kembangkan isu yang sensitif di sana tentang rasis. Penyebarnya, akun-akun media sosial yang menyebarkan sedang didalami oleh Ditsiber Bareskrim," ujar Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo di Gedung Mabes Polri, Jakarta, Senin (23/9/2019).

Baca juga: Kapolda Papua: Kami Akan Cari Penyebar Hoax Kerusuhan Wamena

Ia belum dapat memberikan keterangan secara menyeluruh tentang peristiwa demo berujung kericuhan karena Kapolres Wamena masih melakukan negosiasi dengan massa agar aksi kericuhan tidak meluas.

Menurut dia, aparat fokus meredam kejadian setelah sejumlah fasilitas publik, seperti ruko dan kantor pemerintahan dirusak dan dibakar oleh massa.

Ada pun Kapolda Papua Irjen Pol Rudolf A Rodja menyebutkan bahwa aksi demonstrasi di Wamena, pada Senin pagi karena isu hoax atau berita yang tidak benar.

"Wamena pada minggu lalu ada isu bahwa, ada seorang guru mengeluarkan kata-kata rasis sehingga sebagai bentuk solidaritas melakukan aksi demonstrasi atau unjuk rasa pagi tadi," kata Kapolda di Abepura, Kota Jayapura, Papua, Senin.

Baca juga: Wamena Rusuh, Operasional Bandara Dihentikan Sementara

Ia menegaskan bahwa soal perkataan rasial itu merupakan isu yang tidak benar, aparat Kepolisian telah mengecek keabsahan informasi tersebut.

"Itu hanya isu, guru tersebut sudah kami tanyakan dan dia katakan tidak pernah keluarkan kata-kata atau kalimat rasis, itu sudah kami pastikan," ujar dia.

Untuk itu, Kapolda Papua mengimbau kepada segenap warga dan elemen pendukung lainnya agar tidak cepat terhasut isu hoax yang bisa memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa.

Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Adryan Novandia
Penulis
Adryan Novandia
Category
Nasional

Berita Terkait: