Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Bea Cukai dan Bareskrim Grebek Laboratorium Sabu di Sunter, 13 Kilogram Diamankan

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Bea Cukai dan Bareskrim Grebek Laboratorium Sabu di Sunter, 13 Kilogram Diamankan
Foto: (Sumber: Ilustrasi - Barang bukti yang diamankan polisi saat meringkus pengedar sabu di Kendari, Sulawesi Tenggara, Jumat (13/2/2026). (ANTARA/HO-Polda Sultra).)

Pantau - Personel Bea Cukai bersama Bareskrim Polri menggerebek laboratorium pembuatan metamfetamin (sabu) di Sunter, Jakarta Utara, dan menyita 13 kilogram sabu hasil pengawasan barang kiriman internasional serta pengembangan informasi selama tiga hari, 13–15 Februari 2026.

Kasus bermula saat petugas Bea Cukai mencurigai paket pos asal Iran di Kantor Pos Pasar Baru pada 12 Februari menggunakan mesin x-ray, menemukan kristal biru di dinding kemasan peti kulit yang terbukti mengandung sabu seberat 11,56 kilogram.

Barang bukti diserahkan ke Subdit V Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri untuk dilakukan controlled delivery.

Jumat (13/2), aparat mengamankan warga negara Iran berinisial KKF sebagai penerima paket di apartemen Pluit.

Sabtu (14/2), tim menangkap warga negara Iran berinisial SB yang diduga sebagai peracik sabu dan menggerebek apartemen di Sunter yang dijadikan laboratorium.

Dari laboratorium ditemukan tambahan sabu 1,683 kilogram, peralatan produksi seperti kompor portabel, timbangan, cairan kimia, alat penggiling serbuk, dan limbah pengolahan.

Minggu (15/2), tim gabungan melaksanakan olah TKP forensik untuk memastikan keselamatan dan dokumentasi bukti.

Risiko Laboratorium dan Dampak Pengungkapan

Direktur Interdiksi Narkotika Bea Cukai, R. Syarif Hidayat, menyatakan jaringan ini berperan sebagai penerima dan produsen narkotika di dalam negeri, sehingga pengungkapan penting bagi keselamatan publik.

“Setiap kilogram narkotika yang digagalkan peredarannya berarti mencegah potensi kerusakan ribuan generasi muda serta menjaga ketahanan sosial keluarga Indonesia,” ujar Syarif.

Laboratorium di kawasan padat penduduk menimbulkan risiko kebakaran, paparan bahan kimia beracun, dan penyalahgunaan narkoba sehingga penggerebekan memberi manfaat langsung berupa rasa aman warga dan pencegahan risiko kesehatan lingkungan.

Seluruh tersangka dan barang bukti kini dalam pemeriksaan lanjutan dengan pendalaman untuk menelusuri jaringan internasional yang terlibat.

Syarif menekankan sinergi lintas instansi untuk mempersempit ruang gerak peredaran narkotika dan memastikan masyarakat memperoleh lingkungan lebih aman, sehat, dan produktif.

Penulis :
Ahmad Yusuf