Pantau Flash
BMKG Keluarkan Peringatan Dini Gelombang Tinggi 3,5 Meter di Kupang
Menteri Jonan Pastikan 100 Persen Rumah Tersambung Listrik di Akhir 2020
Demo Besar Tuntut Pelaku Rasis Ditangkap, Sekolah di Sorong Diliburkan
Ahsan/Hendra Raih Gelar Juara Dunia 2019
Hasil MotoGP Inggris 2019: Alex Rins Terdepan, Marquez Kedua

BNN Sita 250 Kg Sabu dan Ribuan Ekstasi dari Penggerebekan di Bekasi

Headline
BNN Sita 250 Kg Sabu dan Ribuan Ekstasi dari Penggerebekan di Bekasi Petugas BNN menginterogasi dua penjaga rumah yang selanjutnya ditetapkan sebagai tersangka dalam penggerebekan sebuah rumah yang dijadikan gudang penyimpanan narkoba di Jalan Lapangan, Kelurahan Kranji, Bekasi Barat, Jawa Barat, Minggu dini hari. (Foto: A

Pantau.com - Sebanyak 250 kilogram narkotika jenis sabu, ribuan ekstasi dan pil happy five disita dalam penggerebekan yang dilakukan Badan Narkotika Nasional (BNN) di sebuah rumah yang dijadikan gudang penyimpanan narkoba di Jalan Lapangan, Kelurahan Kranji, Bekasi Barat, Jawa Barat, Minggu (12/5/2019) dini hari.

Deputi Pemberantasan BNN, Irjen Pol Arman Depari mengatakan, pihaknya menangkap dua orang masing-masing ZUL dan FAR dalam penggerebekan gudang narkoba.

"Ada dua orang tersangka yang bertindak selaku kurir dan yang bersangkutan adalah penjaga gudang, satu lagi merangkap kurir, dan sekaligus pengedar, orang yang mendistribusikan ke para pemesan yang memerlukan," kata Arman di Bekasi.

Baca juga: BNN Musnahkan Ratusan Kilogram Sabu Hasil Pengungkapan 6 Kasus

Ia menjelaskan, ada dua gudang yang digerebek dalam satu rangkaian kasus. Pertama BNN menggerebek rumah di Tambun, Kabupaten Bekasi, dimana didapati 100 kantong sabu, kemudian hasil pengembangan digerebek lagi di Kranji dan ditemukan 80 kantong.

"Jumlah barang bukti yang disita sabu kurang lebih 200 kilogram, karena kita belum timbang secara pasti namun dari bungkus yang kita hitung kira-kira jumlahnya segitu, kemudian ekstasi 25 ribu butir dan happy five 4.000. Ini juga belum pasti karena masih hitung bungkus besarnya," kata dia.

Narkoba tersebut, sambung Arman, didatangkan langsung dari Pulau Sumatera. Pihaknya juga mengendus indikasi asal barang tersebut. Arman memerkirakan barang haram siap edar yang dikirim dari Provinsi Riau itu berasal dari Malaysia. "Narkoba dibawa dari Sumatera, tepatnya dari Provinsi Riau," ungkapnya.

Baca juga: Polisi Kembali Gagalkan Penyelundupan 28 Kg Sabu dari Amerika Serikat

"Narkoba dibawa dari Sumatera, tepatnya dari Provinsi Riau," ungkapnya."Kemungkinan besar berasal dari Malaysia yang diseberangkan melalui jalur laut serta darat dengan menggunakan truk tronton dicampur dengan kelapa untuk menyamarkan narkoba sekaligus mengelabui petugas," ujarnya.

Ia mengaku telah melakukan pengintaian sejak Sabtu (11/5) kemarin sebelum akhirnya melakukan penggerebekan di Tambun pada Sabtu pukul 20.00 WIB. Dan setelah melakukan pengembangan, petugas BNN kemudian melakukan penggerebekan di Kranji pada Minggu pukul 01.00 WIB.

"Dari Tambun kita kembangkan dan menemukan gudang narkoba di Kranji ini," tandas dia.

Share this Post:
Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Widji Ananta
Penulis
Widji Ananta
Category
Nasional

Berita Terkait: