Pantau Flash
Sri Mulyani Klaim Kenaikan Cukai Rokok untuk Sebuah Keseimbangan
Jojo Terhenti di Babak Pertama China Open 2019
Donald Trump Klaim AS Capai Kesepakatan Perdagangan dengan Jepang
Setelah Presiden World Bank, Kali Ini Presiden ADB Mengundurkan Diri
Ledakan Bom Tewaskan 24 Orang Dekat Kampanye Presiden Afghanistan Ashraf

BPH Migas Ungkap Realisasi Ketersediaan Stok BBM Selama Lebaran

BPH Migas Ungkap Realisasi Ketersediaan Stok BBM Selama Lebaran Tangki BBM (Foto: Antara)

Pantau.com - Posko Nasional Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat ketersediaan stok Bahan Bakar Minyak (BBM) berjalan normal. Hal tersebut berdasarkan Realisasi data hingga 17 Juni 2019.

"Kondisi ketersediaan (stok) BBM selama masa Posko Nasional ESDM adalah normal," ujar Kepala Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas), Fanshurullah Ansa saat jumpa pers di kantornya, Rabu (19/6/2019).

Baca juga: Klaim Kemenkeu Soal Kas Negara Masih Cukup untuk Biayai Proyek

Ia memaparkan, secara umum rerata penyaluran Gasoline atau BBM jenis Bensin selama masa Posko ESDM yakni 21 Mei-17 Juni 2019 naik sekitar 9,29 persen dibanding rerata penyaluran normal selama masa posko 2019. 

"Sementara, selama masa Posko Nasional (29 Mei-12 Juni 2019) naik sekitar 15,11persen dibanding rerata penyaluran normal serta naik sekitar 2,5 persen dibandingkan dengan penyaluran tahun 2018 selama masa Posko ESDM," paparnya. 

Kemudian untuk Gas Oil atau Minyak Solar selama masa Posko ESDM turun 14,36 persen dibanding rerata penyaluran normal selama masa posko 2019.

"Dan selama masa Posko Nasional turun 27,46 persen apabila dibanding rerata penyaluran normal, serta turun 1,27 persen apabila dibandingkan dengan penyaluran tahun 2018 selama masa Posko ESDM," katanya.

Baca juga: 'Jangan Beli Apartemen di Australia Jika Lebih dari 3 Lantai'

Gas Oil khusus transportasi selama masa Posko ESDM turun 17,23 persen dibanding rerata penyaluran normal dan selama masa Posko Nasional turun 34,68 persen dibanding rerata penyaluran normal, serta naik 2,2 persen dibandingkan dengan penyaluran tahun 2018 selama masa Posko ESDM.

"Karena memang turun gak ada yang konsusmsi kalaupun ada mobil pakai pertadex jadi pasti akan turun. Lalu ada industri pake solar juga pasti dia tutup (libur lebaran)," katanya. 

Untuk diketahui, berdasarkan data yang dihimpun konsumsi Solar keseluruhan termasuk transportasi dan industri selama masa Posko ESDM turun sekitar 14,27 persen dan selama masa Posko Nasional turun 27,62 persen dibanding rerata penyaluran normal serta turun sekitar 0.64 persen dibandingkan dengan penyaluran tahun 2018 selama masa Posko ESDM. 

"Solar khusus transportasi selama masa Posko ESDM turun 17.2 persen dibanding rerata penyaluran normal. dan selama masa Posko Nasional turun 35.31 persen, serta naik 3.62 persen dibandingkan dengan penyaluran tahun 2018 selama masa Posko ESDM," pungkasnya. 

Sementara Pertamax selama masa Posko ESDM, meski naik sekitar 14,30 persen dibanding rerata penyaluran normal namun turun sekitar 30,69 persen dibandingkan dengan penyaluran tahun 2018 selama masa Posko ESDM. 

Baca juga: Sekelas Warga China Sebut Produk Rusia Lebih Murah dan Berkualitas?

Begitu juga Pertamax Turbo RON 98 selama masa Posko ESDM meski naik sekitar 10,76 persen dibanding rerata penyaluran normal namun turun sekitar 25,72 persen dibandingkan dengan penyaluran tahun 2018 selama masa Posko ESDM.

Berbanding terbalik dengan konsumsi Pertalite RON 90 selama masa Posko ESDM naik sekitar 8,91 persen dibanding rerata penyaluran normal dan serta naik sekitar 12,65 persen dibandingkan dengan penyaluran tahun 2018 selama masa Posko ESDM.

Share this Post:
Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Nani Suherni
Reporter
Ratih Prastika
Category
Ekonomi

Berita Terkait: