Pantau Flash
JK: Masyarakat Papua Diharapkan Terima Permintaan Maaf Gubernur Khofifah
Imbas Perang Dagang, China Mulai Kurangi Impor Emas Hingga 500 Ton
OTT Yogyakarta: KPK Bawa 5 Orang ke Jakarta untuk Diperiksa
G7 Adakan KTT di Tengah Kepanikan akan Perekonomian Global
Redam Hoax Kerusuhan Papua, Kemkominfo Sempat Perlambat Internet

BPN Heran, Kenapa Selalu Suara Prabowo yang Salah Input di Situng KPU

Headline
BPN Heran, Kenapa Selalu Suara Prabowo yang Salah Input di Situng KPU Prabowo-Sandi (Foto:AntaraFOTO)

Pantau.com - Juru bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga, Andre Rosiade menilai terjadi sesuatu yang janggal soal kesalahan entri data C1 pada sistem hitung (situng) Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang selalu terjadi pada paslon nomor urut 02, Prabowo-Sandi.

"Situng KPU itu berbeda dengan C1 yang ada di kami. Alasannya KPU ini ada yang salah input tapi lucunya kalau salah input kenapa Pak Prabowo terus yang salah input. Kalau salah input itu kan random ada Pak Jokowi ada Pak Prabowo," ucap Andre di media center BPN, Jakarta, Jumat (19/4/2019).

Baca juga: Prabowo Klaim Kemenangannya Adalah Kemenangan Rakyat

Sehingga, dengan adanya kesalahan itu, Andre menegaskan bahwa pihaknya yang terdiri dari relawan dan pendukung Prabowo-Sandi akan terus mengawasi proses entri data C1 yang dilakukan oleh KPU. 

"Relawan kami, pendukung kami akan terus memelototi satu persatu dari input data yang dilakukan oleh KPU," tegas Andre. 

Namun, Andre memastikan, dalam pengawasan yang dilakukannya selama proses perhitungan suara berjalan, pihaknya tidak akan melakukan hal-hal yang berada di luar konstitusi atau inkonstitusional. 

"Saya ingin menyampaikan pesan Pak Prabowo, mari bersama dalam 3 hari terakhir ini kita jaga rekapitulasi yang ada di tingkat kecamatan. Jangan sampai Pak Prabowo dan Pak Sandi dicurangi," cetus Andre. 

Baca juga: Prabowo: Lembaga Survei Tukang Bohong, Sebaiknya Pindah ke Antartika

Sebelumya, KPU mengakui telah terjadi beberapa kesalahan dalam proses entri data di 5 daerah di Indonesia.

Komisioner KPU, Pramono Ubaid, mengatakan 5 daerah yang mengalami kesalahan entri data C1 yaitu Maluku, NTB, Jawa Tengah, Riau, dan Jakarta Timur. Kesalahan ini dari 1 TPS dari masing-masing daerah tersebut.

"Terkait dengan beredarnya informasi salah input di Situng KPU, memang informasi itu sudah masuk di kita. Masuk di 5 daerah, 1 TPS masing-masing di Maluku, NTB, Jawa Tengah, Riau, dan Jakarta Timur," ucap Pramono di Kantor KPU, Jumat (19/4/2019).

Share this Post:
Tim Pantau
Editor
Adryan Novandia
Penulis
Adryan Novandia
Reporter
Rizky Adytia Pramana
Category
Nasional

Berita Terkait: