Forgot Password Register

Buntut Protes Harga BBM Paris, Menara Eiffel Ditutup

Buntut Protes Harga BBM Paris, Menara Eiffel Ditutup Pasukan polisi mengamankan Trocadero, tempat dekat Menara Eiffel selama demonstrasi rompi kuning protes terhadap pajak bahan bakar diesel yang lebih tinggi, di Paris, Prancis. (Foto: Reuters/Stephane Mahe)

Pantau.com - Menara Eiffel di Paris akan ditutup pada hari Sabtu (8 Desember 2018) terkait dengan masalah keamanan atas aksi demonstrasi rompi kuning yang protes terhadap peningkatan harga bahan bakar.

"Untuk alasan keamanan, Menara Eiffel akan ditutup untuk umum pada Sabtu, 8 Desember 2018. Tiket online untuk kunjungan pada hari itu akan dikembalikan," dalam sebuah pernyataan.

Seperti dilansir Sputnik, Jumat (7/12/2018), selain Menara Eiffel, The Lourve, museum seni Delacroix dan Taman Tuileries juga akan ditutup sebelum protes yang akan digelar pada Sabtu di Ibu Kota Paris.

Baca juga: Rusuh di Prancis Picu Turki Keluarkan Peringatan Perjalanan

Perdana Menteri Prancis Edouard Philippe pada Selasa (4 Desember 2018) mengatakan bahwa ia akan menangguhkan pengenalan tiga tindakan fiskal, termasuk pajak bahan bakar yang meningkat selama enam bulan, di tengah kekeraan pada protes oleh rompi kuning. Pada Rabu, media Prancis melaporkan bahwa pajak bahan bakar tidak akan dikenakan selama tahun depan.

Meski demikian, konsesi rompi kuning akan melakukan demonstrasi yang baru pada 8 Desember mendatang. Sebuah reli oleh pengunjuk rasa yang marah akibat kenaikan harga bahan bakar berubah menjadi aksi kekerasan pada pekan lalu ketika toko-toko di wilayah terdampak unjuk rasa hancur dan bentrokan dengan kepolisian yang menembakan gas air mata.

Baca juga: Macron: Gerakan Rompi Kuning Penyebab Demonstrasi Besar-besaran

Menteri Dalam Negeri Prancis Christophe Castaner telah mendesar massa rompi kuning untuk menjauh dan memisahkan diri dari para ekstrimis. Sementara itu, Kepala Kepolisian Prancis mengatakan bahwa para anggota polisi kekelahan dan menekankan jika penggunaan kekuatan bersenjata dilakukan terhadap warga sipil akan membuktikan bahwa Prancis menuju perang sipil.


Share :
Komentar :

Terkait

Read More