
Pantau - Prancis meminta Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa segera menggelar pertemuan darurat menyusul memburuknya situasi keamanan di Lebanon akibat eskalasi konflik dengan Israel.
Permintaan tersebut disampaikan Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Noel Barrot pada Senin, 9 Maret 2026.
"Karena situasi di Lebanon memburuk dengan cepat, Prancis telah meminta pertemuan darurat Dewan Keamanan PBB," ujar Barrot.
Selain itu, Prancis juga mengalokasikan bantuan darurat sebesar 6 juta euro atau sekitar 6,9 juta dolar AS yang setara dengan sekitar Rp117 miliar untuk sejumlah organisasi kemanusiaan di Lebanon.
Pemerintah Prancis juga membuka dana dukungan untuk pusat krisis kementerian luar negeri.
Prancis Siapkan Bantuan Kemanusiaan
Prancis turut menyiapkan pengiriman bantuan kemanusiaan ke Lebanon dengan total berat hingga 20 ton.
Bantuan tersebut disiapkan untuk membantu masyarakat yang terdampak meningkatnya ketegangan militer di negara tersebut.
Pemerintah Prancis juga terus melakukan komunikasi dengan Israel dan Lebanon guna mencegah situasi semakin memburuk.
Pembicaraan tersebut bertujuan untuk mencegah Lebanon terjerumus ke dalam kekacauan yang lebih besar.
Selain itu, upaya diplomatik tersebut juga diarahkan untuk mengamankan gencatan senjata antara pihak-pihak yang bertikai.
Prancis juga mendorong proses pelucutan senjata kelompok Hizbullah sebagai bagian dari upaya meredakan konflik.
Serangan Roket Picu Eskalasi Militer
Pada 2 Maret 2026, sejumlah roket dilaporkan ditembakkan dari wilayah Lebanon menuju Israel.
Kelompok Hizbullah mengklaim bertanggung jawab atas serangan roket tersebut.
Sebagai respons atas serangan itu, militer Israel melancarkan serangan besar-besaran ke berbagai wilayah di Lebanon.
Serangan tersebut menyasar sejumlah wilayah permukiman di berbagai daerah di Lebanon.
Ibu kota Beirut juga menjadi salah satu wilayah yang terdampak serangan tersebut.
Akibat meningkatnya serangan militer tersebut, ratusan ribu warga Lebanon dilaporkan mulai meninggalkan rumah mereka.
Warga yang mengungsi tersebut mencari perlindungan ke wilayah lain yang dianggap lebih aman di dalam negeri Lebanon.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf








