Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

DPR Desak PBB Segera Bertindak di Tengah Konflik AS–Israel–Iran, Tekankan Diplomasi dan Hukum Internasional

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

DPR Desak PBB Segera Bertindak di Tengah Konflik AS–Israel–Iran, Tekankan Diplomasi dan Hukum Internasional
Foto: (Sumber : Tangkapan layar Ketua DPR RI Puan Maharani menyampaikan pidatonya dalam Rapat Paripurna DPR RI Pembukaan Masa Persidangan IV Tahun Sidang 2025–2026 di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (10/3/2026). (ANTARA/YouTube/TVR Parlemen/Fath Putra Mulya).)

Pantau - Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia mendesak Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk segera mengambil peran di tengah eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran.

Desakan tersebut disampaikan oleh Ketua DPR RI Puan Maharani dalam pidato Rapat Paripurna DPR RI Pembukaan Masa Persidangan IV Tahun Sidang 2025–2026 di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta.

"DPR RI mendesak PBB untuk mengambil peran, segera bertindak dalam menjaga penghormatan terhadap hukum internasional, perlindungan terhadap masyarakat sipil, serta komitmen bersama menjaga perdamaian dan stabilitas global," ungkap Puan.

Ia menyampaikan bahwa dunia saat ini sedang menyaksikan konflik geopolitik yang diselesaikan melalui kekuatan militer.

Menurutnya ketegangan antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran menunjukkan dinamika hubungan internasional yang sarat dengan kepentingan strategis.

Situasi tersebut juga mencerminkan persaingan kekuatan global dan dominasi keamanan regional.

DPR Dukung Diplomasi dan Politik Luar Negeri Bebas Aktif

DPR RI juga menegaskan bahwa pemerintah Indonesia harus tetap menjalankan politik luar negeri bebas dan aktif.

Kebijakan tersebut perlu dijalankan secara bijaksana, konsisten, dan konstruktif dalam menghadapi dinamika geopolitik global.

Puan menegaskan DPR RI mendukung berbagai upaya diplomasi untuk meredakan ketegangan konflik.

Upaya tersebut mencakup mendorong seluruh pihak menahan diri dan menghindari eskalasi konflik yang lebih luas.

Ia juga menekankan pentingnya penghormatan terhadap kedaulatan negara serta penyelesaian sengketa antarnegara melalui cara damai.

DPR RI menilai deeskalasi konflik perlu dilakukan melalui dialog dan diplomasi dengan tetap mengedepankan hukum internasional serta perlindungan kemanusiaan terhadap masyarakat sipil.

Diplomasi Parlemen Akan Diperkuat

DPR RI menyatakan akan terus memperkuat diplomasi parlemen melalui kerja sama antarparlemen dengan berbagai negara.

Kerja sama tersebut dilakukan melalui forum parlemen kawasan maupun penerimaan delegasi parlemen dari negara sahabat.

"AIPA Caucus 2026 yang akan diselenggarakan di Indonesia, dapat menjadi momentum dalam memperkuat peran diplomasi parlemen Indonesia untuk mendorong solidaritas kawasan dan menjaga stabilitas regional," ujar Puan.

DPR RI juga menegaskan akan terus berperan dalam memperkuat kebijakan politik luar negeri Indonesia untuk mendorong perdamaian dunia.

Upaya tersebut dilakukan untuk mewujudkan tata dunia yang lebih adil bagi semua negara.

Puan menekankan bahwa kondisi global saat ini menunjukkan pentingnya penguatan hukum internasional serta peran lembaga internasional dalam menjaga perdamaian, keadilan, dan stabilitas dunia.

Ia juga menegaskan bahwa setiap negara memiliki hak untuk mempertahankan kedaulatannya.

Penulis :
Aditya Yohan