
Pantau - Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni meminta kepolisian menindaklanjuti temuan masyarakat terkait adanya tempat penjualan tramadol di wilayah Jakarta Timur.
Permintaan tersebut muncul setelah adanya laporan warga mengenai aktivitas penjualan obat tersebut yang dinilai meresahkan lingkungan.
Ahmad Sahroni menilai penyebaran tramadol di tengah masyarakat sangat berbahaya karena dapat menimbulkan dampak buruk terhadap kesehatan sekaligus merugikan kondisi ekonomi masyarakat.
Ia menegaskan bahwa penggunaan tramadol berpotensi menimbulkan ketergantungan berat bagi para penggunanya sehingga membutuhkan penanganan serius dari aparat penegak hukum.
"Saya minta agar kepolisian lebih gerak cepat dalam mengakomodir laporan terkait penjualan Tramadol ini karena efeknya yang bisa bikin ketergantungan berat bagi penggunanya. Jangan ada pembiaran, ada laporan langsung tindak", ungkapnya.
Desakan Pengawasan hingga Hulu Distribusi
Ahmad Sahroni menilai pencegahan penyebaran tramadol harus dilakukan sejak dari sumber atau hulu distribusi agar obat tersebut tidak semakin mudah beredar di tengah masyarakat.
Ia juga mendorong Badan Narkotika Nasional agar memasukkan tramadol ke dalam kategori psikotropika sehingga pengawasan dan penindakan terhadap peredarannya dapat diperkuat.
Dengan penetapan tersebut, diharapkan Badan Narkotika Nasional dan kepolisian dapat meningkatkan upaya pencegahan peredaran tramadol mulai dari sumber distribusi hingga sampai ke masyarakat.
Ahmad Sahroni menegaskan bahwa aparat penegak hukum tidak cukup hanya menutup toko atau warung yang menjual tramadol secara ilegal.
"Kalau sudah dideklarasikan, tentu penyebarannya juga akan sangat dicegah. Di sisi lain, polisi juga jangan hanya menutup warungnya, tapi juga mengusut siapa pemilik dan pemasoknya. Rantai distribusinya diputus supaya tidak terus beredar di masyarakat", ungkapnya.
Video Aksi Warga Lempari Toko Tramadol Viral
Kasus ini menjadi perhatian publik setelah viral sebuah video di media sosial yang memperlihatkan sejumlah toko yang diduga menjual tramadol di wilayah Kalisari dan Pekayon, Pasar Rebo, Jakarta Timur.
Dalam video tersebut terlihat warga melempari toko-toko yang diduga menjual tramadol menggunakan petasan sebagai bentuk protes terhadap aktivitas penjualan obat tersebut.
Akbar, perekam video yang identitasnya disamarkan, mengaku ikut melempar petasan ke arah toko yang diduga menjual tramadol.
Ia menyatakan bahwa aksi tersebut dilakukan karena laporan warga kepada pihak kepolisian sebelumnya disebut tidak pernah ditindaklanjuti.
Sahroni juga memberikan apresiasi kepada masyarakat yang berani dan aktif menindak aktivitas penyebaran tramadol di lingkungan mereka.
Ia berharap inisiatif masyarakat dalam melaporkan dan menindak peredaran tramadol dapat memperoleh perhatian serius dari aparat kepolisian.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf
- Editor :
- Tria Dianti








