
Pantau - Rusia menyatakan kekhawatiran atas keputusan Prancis dan Inggris untuk meningkatkan persenjataan nuklir mereka serta memperingatkan implikasi kebijakan tersebut terhadap keamanan nasional Rusia.
Pernyataan tersebut disampaikan oleh Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova dalam konferensi pers di Moskow pada Rabu 4 Maret 2026.
Zakharova menyebut London dan Paris berencana meningkatkan persenjataan nuklir mereka di luar batasan internasional.
Ia juga menilai langkah tersebut merupakan kelanjutan dari kebijakan lama kedua negara tersebut.
Menurutnya kebijakan itu menunjukkan bahwa mereka menghindari partisipasi dalam berbagai perjanjian pengendalian senjata nuklir.
Zakharova menyatakan peningkatan kemampuan nuklir NATO memerlukan perhatian lebih besar dari Rusia.
Ia juga menegaskan bahwa situasi tersebut membutuhkan "pertimbangan yang sangat cermat" dalam pengembangan dan perencanaan militer Rusia.
Zakharova menambahkan Rusia semakin meyakini bahwa setiap pengaturan pengendalian senjata nuklir di masa depan harus mempertimbangkan seluruh kemampuan nuklir NATO.
Prancis Tambah Hulu Ledak Nuklir
Presiden Prancis Emmanuel Macron sebelumnya mengumumkan rencana penambahan jumlah hulu ledak nuklir negaranya.
Pengumuman tersebut disampaikan Macron pada Senin 2 Maret 2026.
Ia menyatakan telah memerintahkan peningkatan jumlah hulu ledak nuklir untuk memperkuat persenjataan Prancis.
Macron juga menyatakan kesiapan Prancis untuk memasukkan dimensi Eropa dalam konsep penangkalan nuklir tingkat lanjut.
Sejumlah negara Eropa termasuk Inggris disebut tertarik terhadap konsep tersebut.
Kerja Sama Pertahanan Eropa
Macron juga menyatakan bahwa Paris, London, dan Berlin akan bekerja sama dalam proyek pengembangan rudal jarak sangat jauh.
Kerja sama tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kemampuan pertahanan Eropa.
Langkah tersebut terjadi di tengah meningkatnya ketegangan keamanan global dan dinamika baru dalam kebijakan pertahanan negara negara Barat.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf







