
Pantau - Para penasihat Presiden Amerika Serikat Donald Trump dilaporkan sedang berupaya membujuk Trump untuk segera mendeklarasikan kemenangan atas Iran setelah serangkaian operasi militer yang dilakukan sejak akhir Februari 2026.
Laporan CNN menyebutkan Trump berharap kemajuan awal operasi militer terhadap Iran dapat meningkatkan dukungan publik di dalam negeri.
Namun para pembantunya justru mendorong agar operasi militer dipercepat dan kemenangan diumumkan secepat mungkin ketika situasi memungkinkan.
Para penasihat tersebut khawatir konflik militer yang berlangsung terlalu lama dapat menimbulkan risiko politik bagi presiden Amerika Serikat tersebut.
Perang yang sedang berlangsung juga disebut memicu perpecahan di dalam gerakan Make America Great Again atau MAGA yang dipimpin oleh Trump.
Serangan AS dan Israel ke Iran
Pada 28 Februari 2026 Amerika Serikat bersama Israel melancarkan serangkaian serangan terhadap sejumlah target di Iran.
Serangan tersebut mencakup beberapa lokasi strategis termasuk ibu kota Iran yaitu Teheran.
Serangan itu dilaporkan menyebabkan kerusakan pada berbagai fasilitas serta menimbulkan korban sipil.
Televisi pemerintah Iran juga mengonfirmasi bahwa Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei gugur dalam serangan tersebut.
Iran Melancarkan Serangan Balasan
Setelah serangan tersebut Iran kemudian meluncurkan serangan balasan menggunakan rudal.
Serangan balasan Iran menargetkan wilayah Israel serta sejumlah fasilitas militer Amerika Serikat yang berada di kawasan Timur Tengah.
Perkembangan konflik ini dilaporkan oleh sejumlah media internasional termasuk Sputnik dan RIA Novosti.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf








