Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Geopolitik

Senat Amerika Serikat Tolak Resolusi Pembatasan Wewenang Militer Presiden Trump dalam Perang Iran

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Senat Amerika Serikat Tolak Resolusi Pembatasan Wewenang Militer Presiden Trump dalam Perang Iran
Foto: (Sumber : Arsip - Gedung Capitol tempat Kongres AS berkantor di Washington, D.C, Amerika Serikat (15/10/2025). (ANTARA FOTO/Xinhua/Li Rui/bar).)

Pantau - Senat Amerika Serikat menolak rancangan resolusi yang bertujuan membatasi kewenangan militer Presiden Donald Trump dalam konflik melawan Iran melalui hasil pemungutan suara yang digelar di lembaga legislatif tersebut.

Rancangan resolusi yang diinisiasi oleh Partai Demokrat itu memperoleh dukungan dari 47 senator.

Sebanyak 53 senator menolak rancangan resolusi tersebut sehingga usulan itu tidak disahkan oleh Senat.

Senator Partai Republik Rand Paul dari Kentucky menjadi satu-satunya anggota Partai Republik yang memberikan dukungan terhadap rancangan resolusi tersebut.

Sementara itu Senator Partai Demokrat John Fetterman dari Pennsylvania menjadi satu-satunya anggota Partai Demokrat yang menolak resolusi tersebut.

Resolusi Bertujuan Batasi Aksi Militer Tanpa Persetujuan Kongres

Rancangan resolusi tersebut bertujuan melarang tindakan militer Amerika Serikat terhadap Iran tanpa persetujuan eksplisit dari Kongres.

Dalam rancangan tersebut juga disebutkan bahwa jika presiden telah melibatkan pasukan Amerika Serikat dalam konflik tanpa persetujuan Kongres maka operasi militer harus dihentikan dalam waktu 30 hari.

Ketentuan tersebut tidak berlaku apabila tindakan militer dilakukan sebagai respons terhadap ancaman atau serangan langsung terhadap wilayah Amerika Serikat.

Pengecualian juga diberikan jika serangan mengancam warga negara atau militer Amerika Serikat.

Kritik Demokrat terhadap Operasi Militer

Setelah serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran, sejumlah senator dari Partai Demokrat menyampaikan kritik terhadap kebijakan pemerintah.

Mereka menilai tindakan militer tersebut berpotensi meningkatkan risiko konflik yang lebih luas.

Para senator tersebut juga menilai pemerintah telah mengabaikan persyaratan konstitusi terkait penggunaan kekuatan militer.

Selain itu mereka menuntut penjelasan yang lebih jelas mengenai tujuan operasi militer yang sedang berlangsung.

Mereka juga meminta pemerintah memberikan transparansi yang lebih besar kepada Kongres dan masyarakat Amerika Serikat.

Pada 28 Februari Amerika Serikat bersama Israel melancarkan serangkaian serangan terhadap berbagai target di Iran termasuk di ibu kota Teheran.

Setelah serangan tersebut Iran kemudian meluncurkan serangan balasan berupa rudal.

Serangan balasan itu menargetkan wilayah Israel serta beberapa fasilitas militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah.

Penulis :
Ahmad Yusuf