
Pantau - Peneliti Indikator Politik Indonesia Bawono Kumoro menilai Presiden Prabowo Subianto dan jajaran pemerintahannya terbuka terhadap masukan dan saran dari seluruh pihak terkait kebijakan luar negeri di tengah eskalasi konflik internasional.
Penilaian tersebut merujuk pada pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan mantan presiden dan wakil presiden Indonesia di Istana Negara pada Selasa (3/3).
Menurut Bawono, sikap tersebut menunjukkan unsur demokrasi dalam tatanan pemerintahan tetap hidup sehingga seluruh elemen masyarakat, termasuk mantan presiden, dapat memberikan pandangan dan ide untuk negara.
"Ini merupakan sebuah bentuk keterbukaan sikap dari Presiden Prabowo dalam menerima saran masukan berbagai pihak terkait perkembangan situasi geopolitik dunia terkini akibat konflik militer Amerika Serikat - Israel - Iran," kata Bawono kepada wartawan di Jakarta, Kamis.
Dinilai Bangun Komunikasi Inklusif
Bawono menyatakan keterbukaan itu mencerminkan komitmen Presiden Prabowo dalam membangun komunikasi secara inklusif dan transparan dengan para presiden pendahulunya.
Sebelumnya, Presiden Prabowo juga mengundang seluruh mantan menteri luar negeri ke Istana Negara untuk berdiskusi mengenai perkembangan situasi global.
Langkah tersebut dinilai sebagai bentuk keseriusan pemerintah untuk memastikan kebijakan luar negeri tetap berpijak pada kepentingan nasional serta nilai-nilai kemanusiaan global.
Dengan metode diskusi bersama para pemimpin pendahulu, Bawono menilai Presiden Prabowo dan jajaran pemerintahannya akan menerima berbagai pandangan dan pertimbangan dalam merumuskan langkah politik luar negeri yang strategis dan menguntungkan bangsa.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf
- Editor :
- Tria Dianti







