Forgot Password Register

Headlines

Dukungan ke Prabowo 'Tersandung' Kasus Hoax Ratna Sarumpaet

Dukungan ke Prabowo 'Tersandung' Kasus Hoax Ratna Sarumpaet Prabowo Subianto dalam jumpa pers (Foto: Pantau.com/Bagaskara Isdiansyah)

Pantau.com - Calon Presiden Prabowo Subianto dinilai akan sulit menarik masyarakat yang belum menentukan pilihan pada Pilpres 2019, pasca ramainya kebohongan Ratna Sarumpaet mengenai pengeroyokan. Menurut Direktur Eksekutif SMRC Djayadi Hanan, perkara hoaks Ratna Sarumpaet menimbulkan citra negatif kepada Ketua Umum Partai Gerindra tersebut. 

"Itu akan menyulitkan Prabowo untuk mendapatkan simpatik dari pemilih yang saat ini belum mendukung dia juga yang sudah mendukung pak Jokowi tapi masih bisa berubah. Pak prabowo kan membutuhkan mereka," kata Djayadi ditemui di kantor SMRC, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (7/10/2018). 

Baca juga: Survei SMRC: Elektabilitas Jokowi Kian Naik, Prabowo Turun

Djayadi menyebut elektabilitas Prabowo saat ini berkisar 25 hingga 30 persen. Artinya butuh 20 persen bagi Prabowo bisa mengalahkan capres petahana Joko Widodo.

Berdasarkan survei SMRC disebutkan Prabowo memiliki pemilih loyalis sebanyak 21,8 persen. Angka itu tidak akan terkena dampak dari persoalan Ratna Sarumpaet. Bahkan menurut Djayadi akan makin membuat solid para pendukung loyalis Prabowo. 

Baca juga: Mengaku Bohong, Relawan Jokowi Sebut Ratna Sarumpaet Mendapat Hidayah

"Karena apa pun yang terjadi akan mendukung pak Prabowo. Kalau pun ada isu hoaks itu ada pembenarannya. Misalnya kita lihat itu ada yang menyebut kalau pak Prabowo jadi korban atau ini desain dari pihak lawan. Itu akan membuat pemilih Prabowo tidak akan ke mana-mana. Justru akan membuat mereka makin solid," jelasnya. 

"Tapi bertahan dengan para loyalis gak cukup. Kalau mau menang juga harus bisa menarik pemilih yang tertariknya pada isu-isu yang lebih luas. Isu ekonomi, keamanan, hukum, politik dan seterusnya," pungkas Djayadi. 

Share :
Komentar :

Terkait

Read More