Pantau Flash
KPK Kembali Agendakan Pemeriksaan Soekarwo Pekan Depan
Kantongi USD102 Miliar, Huawei Duduki Posisi 1 dari 500 Perusahaan China
Produsen Korsel Sudah Incar Lokasi Untuk Pabrik Mobil Listrik di Karawang
The Daddies Melenggang ke Perempatfinal Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis 2019
Ketua DPRD DKI: 31 Agustus Batas Terakhir Pemprov Urusi Pencari Suaka

Iran Salahkan AS Atas Kejahatan Perang di Yaman

Iran Salahkan AS Atas Kejahatan Perang di Yaman Siswa menghadiri kelas di sekolah darurat gdengan 700 siswa, di Taiz, Yaman. (Foto: Reuters/Anees Mahyoub)

Pantau.com - AS bertanggung jawab atas kejahatan terhadap manusia di Iran dan Yaman, kata menteri luar negeri Iran pada Kamis (8 November 2018).

"Anda tahu apa @SecPompeo? Rakyat Yaman sendirilah yang bertanggungjawab atas kelaparan yang mereka hadapi saat ini. Mereka semata-mata mengizinkan kalian yang mengeluarkan miliaran dolar dalam pemboman bus sekolah & jutaan dolar untuk meringankan resiko ini, namun ternyata memusnahkan mereka tanpa perlawanan. #HaveYouShame," kata Javad Zarif di akun Twitter.

Baca juga: IRC: Warisan Jamal Khashoggi adalah Perdamaian di Yaman

Pada 30 Oktober, Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo menyerukan dihentikannya permusuhan di Yaman. Ia mengatakan, serangan pesawat tanpa awak dan rudal terhadap Arab Saudi dan Uni Emirat Arab harus dihentikan dan serangan oleh koalisi pimpinan Arab Saudi harus berhenti terhadap daerah yang berpenduduk padat di Yaman.

"Persis seperti dengan Yaman, Pompeo menyalahkan Iran atas sanksi tidak sah AS yang menghalangi akses orang Iran ke layanan keuangan bagi makanan dan obat. Secara alamiah, kami akan menyediakan makanan buat rakyat kami meskipun AS melancarkan upaya. Tapi AS bertanggungjawab atas kejahatan terhadap manusia di Iran & Yaman," kata Zarif, sebagaimana dikutip kantor berita Anadolu.

Yaman mengalami konflik kerusuhan sejak 2014, ketika gerilyawan Syiah Al Houthi menguasai sebagian besar wilayah negeri itu, termasuk Ibu Kota Sana'a.

Konflik tersebut meningkat pada 2015, ketika Arab Saudi dan sekutu Arabnya melancarkan serangan udara di Yaman dengan tujuan menghentikan kemajuan militan Al Houthi.

Selama beberapa bulan belakangan, sebagian besar pertempuran telah terpusat di Al Hudaydah, tempat kedua pihak terus berperang dalam memperebutkan pelabuhan strategis yang berada di antara Laut Merah dan Teluk Aden.

Kerusuhan yang terjadi di Yaman telah menghancurkan sebagian besar fasilitas, sehingga membuat PBB menggambarkan situasi itu sebagai salah satu bencana kemanusiaan paling buruk pada jaman modern.

Baca juga: Parlemen AS Minta Trump Berhenti Bantu Arab Saudi Soal Perang Yaman

Share this Post:
Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Widji Ananta
Penulis
Noor Pratiwi
Category
Internasional

Berita Terkait: