Forgot Password Register

Jaksa KPK Ancam Panggil Paksa Pimpinan DPR Utut Adianto, Ini Alasannya

Jaksa KPK Ancam Panggil Paksa Pimpinan DPR Utut Adianto, Ini Alasannya Wakil Ketua DPR Utut Adianto (kiri). (Foto: Antara/Hafidz Mubarak)

Pantau.com - Jaksa Penuntut Umum  (JPU) dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengancam akan menjemput paksa Wakil Ketua DPR Utut Adianto untuk menjadi saksi dalam kasus dugaan suap dan gratifikasi terhadap Bupati Nonaktif Purbalingga, Tasdi, jika tidak hadir dalam persidangan.

Hal tersebut disampaikan JPU Roy Riyadi usai sidang di Pengadilan Tipikor Semarang, Rabu (5/12/2018). Politikus PDIP tersebut untuk kedua kalinya tidak hadir memenuhi panggilan sebagai saksi dalam sidang Tasdi.

Baca juga: Untuk Apa Pimpinan DPR Utut Adianto Setor Uang Rp150 Juta ke Bupati Purbalingga? 

Dalam sidang, jaksa menyampaikan surat izin ketidakhadiran Utut yang masih menjalankan tugas dinas ke Myanmar.

"Saksi yang akan kami hadirkan tidak bisa hadir, kami minta waktu 1 minggu untuk menghadirkan saksi pada sidang pekan depan," ujarnya.

Jika sampai tiga kali panggilan Utut tidak memenuhi panggilan, jaksa berencana memanggil paksa legislator tersebut.

Roy mengatakan kesaksian Utut sangat dibutuhkan karena yang bersangkutan memberikan uang langsung kepada terdakwa.

Baca juga: Bupati Purbalingga Nonaktif Ungkap Peran Utut Adianto Terkait Kegiatan PDIP 

Dalam dakwaan diketahui Utut memberikan Rp150 juta kepada Tasdi. Menurut Roy, kesaksian Utut tidak bisa jika hanya dibacakan berdasarkan berita acara pemeriksaannya.Dalam sidang yang dipimpin Hakim Ketua Antonius Widijantono itu, penasihat hukum terdakwa juga belum bisa menghadirkan saksi meringankan.

Dua saksi meringankan serta seorang ahli rencananya akan dihadirkan oleh terdakwa. Majelis hakim selanjutnya menunda sidang hingga pekan depan untuk melanjutkan pemeriksaan saksi.

Share :
Komentar :

Terkait

Read More